<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814</id><updated>2011-10-05T01:13:13.376-07:00</updated><category term='buku'/><category term='anggaran'/><category term='televisi'/><category term='lalu lintas'/><category term='tokoh'/><category term='fauzi bowo'/><category term='Bom'/><category term='bangunan'/><category term='musik'/><category term='anak-anak'/><category term='patah hati'/><category term='Hukum'/><category term='Mati'/><category term='film'/><category term='bola'/><category term='pencemaran'/><category term='kisah cinta'/><category term='sosial'/><title type='text'>hidup ini indah</title><subtitle type='html'>ekspresi, emosi, pendapat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-7267534171758923644</id><published>2009-02-13T21:03:00.001-08:00</published><updated>2009-02-13T21:04:36.759-08:00</updated><title type='text'>MK Mulai Kehilangan Rasionalitas?</title><content type='html'>Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materi (judicial review) Pasal 202 ayat (1) UU No 10/2008 tentang Pemilu Legislatif. Pasal itu adalah dasar hukum Parliamentary Threshold atau ambang batas perolehan kursi di DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan terhadap uji materi dimohonkan 11 partai ini jujur saja membuat gue terhenyak. Karena kalau membaca permohonannya, gue sempat berpikir kalau uji materil ini akan diterima.  Semua dalil yang diutarakan sangatlah rasional. Karena, bagaimana mungkin seorang caleg yang seharusnya dapat kursi di DPR jadi tidak dapat kursi gara-gara aturan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue menilai, putusan Mahkamah sangat bertentangan dengan putusan sebelumnya soal suara terbanyak. Di situ jelas-jelas, Mahkamah menunjukan kalau suara rakyat adalah paling penting. Sementara di putusan ini, Mahkamah jelas menunjukan ketidakberpihakannya pada rakyat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahkamah beralasan aturan ini untuk memperkuat sistem presidensial dan penyederhanaan partai. Gue enggak habis pikir karena, apa hubungannya semua itu dengan suara rakyat yang hilang? Persoalan dalam permohonan ini kan sudah jelas, bahwa ada suara rakyat yang dihanguskan. Bukan soal apakah partai2 itu bisa ikut pemilu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, dalam putusan itu Mahkamah juga keliatan tidak konsisten dengan ketika menilai pembuat UU tidak konsisten dengan kebijakannya terkait pemilihan umum. Mahkamah menilai kebijakan pemilu terkesan selalu bereksperimen, tanpa desain jelas tentang apa yang dimaksud sistem multipartai sederhana yang hendak diciptakan. Akibatnya, setiap menjelang pemilu harus dibuat UU baru, baik UU Parpol, UU Pemilu, maupun UU Susduk MPR, DPR, DPD, dan DPRD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin mereka yang menganggap aturan ini sebagai kebijakan yang tidak konsisten dan tanpa desain yang jelas justru diloloskan dan dinyatakan mengikat secara hukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sepakat banget sama Maruarar Siahaan dan Akil Mochtar, dua hakim konstitusi yang menyatakan pendapat berbeda (dissenting opinion). Kebijakan PT jelas tidak menganut prinsip kedaulatan rakyat yang secara gamblang dijamin oleh konstitusi negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat putusan MK ini, gue jadi pesimis sama wajah demokrasi menjelang Pemilihan Umum 2009. Bisa2 semua uji materil UU terkait Pemilu ditolak semua sama MK. Mengutip si Patra Zen, "Ini bahaya kalau MK diisi bukan oleh orang2 yang berjiwa negarawan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-7267534171758923644?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/7267534171758923644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=7267534171758923644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/7267534171758923644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/7267534171758923644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2009/02/mk-mulai-kehilangan-rasionalitas.html' title='MK Mulai Kehilangan Rasionalitas?'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-35338418123992542</id><published>2009-02-13T20:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T20:26:27.134-08:00</updated><title type='text'>Ketika Mereka Tidak Lagi Percaya</title><content type='html'>Kepercayaan itu tidak bisa dipaksakan,tapi dimenangkan. Kepercayaan itu harus dipelihara. Makanya, jangan sampai salah. Karena itu berarti melahirkan ketidakpercayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu diucapkan sesorang kepada gue beberapa tahun lalu. Gue percaya dalam sebuah hubungan apapun bentuknya, kepercayaan adalah yang paling penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, memenangkan kepercayaan bukan perkara yang mudah. Ada waktu yang harus membuktikan jika gue tidak berbohong, tidak membocorkan rahasia, tidak melakukan kesalahan. Semua proses itu yang akan membuktikan bahwa gue bisa dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena proses yang melahirkan kepercayaan itu, kemudian gue memilih bank untuk menyimpan uang gue.&lt;br /&gt;Karena percaya, gue memilih siapa pemimpin gue.&lt;br /&gt;Karena percaya, gue menceritakan semua rahasia hidup gue ke teman-teman tercinta.&lt;br /&gt;Karena percaya, gue hanya memilih tiga brand ketika akan naik taksi.&lt;br /&gt;Karena percaya, orangtua gue tidak pernah melarang gue melakukan apapun-yang-gue-suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah kepercayaan dimenangkan tentu saja kepercayaan harus dipertahankan. Atau, bahasa seseorang itu, "Dipelihara, Na." Itu yang ternyata jauuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhh lebih sulit. Karena gue harus memastikan dan mengupayakan semua berjalan tanpacela. Gue harus lebih hati-hati, lebih cermat, dan lebih teliti. Guetidakbolehsalahterusterusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita gue membuat kesalahan akan membuat kepercayaan itu buyar. Maka, gue tidak akan lagi dipercaya dan orang akan mudah berpaling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gue tidak percaya pada bank, teman, dan taksi, maka gue akan memilih bank, teman dan taksi yang lain.&lt;br /&gt;Ketika gue tidak lagi percaya sama si pemimpin, maka gue akan memilih untuk golput.&lt;br /&gt;Ketika orangtua gue tidak lagi percaya dengan gue, maka dia akan mempertanyakan semua yang gue lakukan. Melarang gue dan menganggap remeh gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa kepercayaan jadi sesuatu yang sangat berharga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sangat menyakitkan ketika orang mulai mempertanyakan apakah gue benar. Ketika orang meragukan gue. Ketika ada orang yang memberi cap gue sebagai orang yang berpotensi membuat kesalahan lebih banyak dan lebih besar dibandingkan orang lain. Ketika orang meminta  gue melakukan hal yang sama yang sudah gue lakukan sebelumnya hanya karena dia bingung dan tidak yakin sama gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gue tidak lagi dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menyakitkan sampai gue berpikir untuk mengakhiri hubungan ini. Sangat menyakitkan sampai gue berpikir untuk berpaling. Sangat menyakitkan sampai membuat gue tidak mau berada di sini lebih lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menyakitkan karena gue percaya dalam hubungan kepercayaan adalah hal yang paling penting dan gue sudah tidak lagi memenangkan kepercayaan itu. Gue tidak mau semua berakhir begini. Tapi,gue sudah patah hati. Jadi, apakah gue akan terus memaksa bertahan? Gue enggak tahu. Yang gue tahu, gue harus bersiap dan mengambil ancang2 untuk yang terburuk.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam!&lt;br /&gt;nana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-35338418123992542?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/35338418123992542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=35338418123992542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/35338418123992542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/35338418123992542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2009/02/ketika-mereka-tidak-lagi-percaya.html' title='Ketika Mereka Tidak Lagi Percaya'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-4516677829022917382</id><published>2008-11-07T20:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T20:53:13.156-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bom'/><title type='text'>Meleset</title><content type='html'>Sejak Kejaksaan mengumumkan eksekusi Amrozi akan dilakukan pada awal Nobember 2008. Alhasil, semua orang (yang paling sibuk adalah wartawan) menebak2 kapan waktu eksekusinya. Terlebih, Kejaksaan menolak kapan waktu persisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, karena sumbernya juga enggak jelas, maka tebakannya pun meleset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir Oktober lalu, sebuah media menulis eksekusi akan dilakukan pada tanggal 1-3 November. Media online ini bertolak pada pernyataan petinggi Kejaksaan yang bilang begini, "Eksekusinya awal November. Bisa tanggal 1, bisa tanggal 2, bisa tanggal 3." Tapi, ya itu tebakannya pun salah. Jangankan meleset, jauh bener dari kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah tahu salah, eh media online ini tetep ngotot. Besoknya, dituruninlah berita lagi yang berdasarkan tebakan. Amrozi Cs dieksekusi 7 November. Enggak jelas siapa sumbernya, tapi nih media yakin banget kalau tanggal itu adalah waktu yang dipilih sama Kejaksaan untuk menembak mati tiga terpidana itu. Biar meyakinkan, media ini membuat daftar 'dalih' kalau eksekusi tidak dilakukan pada tanggal 7 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak mau kalah, sebuah media Australia (lagi2 berdasarkan sumber enggak jelas) menuliskan eksekusi dilakukan pada 1 November. Karena sumbernya enggak jelas, maka kebenarannya pun enggak jelas. Salah banget. Yang bener pada tanggal segitu, Amrozi Cs baru masuk sel isolasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, seorang presenter TV yang aneh bin enggak banget. Setiap malam, dia muncul di TV dan menyatakan Amrozi Cs akan dieksekusi malam ini. Tentunya dengan alasan yang logis. Setiap malam begitu, berulang, sampai kita enggak percaya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasak-kusuk di Kejagung sendiri menyebutkan tanggal 4 malam atau bertepatan dengan Pilpres Amerika adalah waktu eksekusi. Alasannya, supaya beritanya kalah sama berita pemilihan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kontroversi ataupun pro kontra seputar eksekusi itu juga bisa teredam. Gue sendiri agak setuju sama info yang enggak jelas sumbernya. Dan lagi-lagi, enggak bener bin salah (untungnya belom kita publikasiin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebak-tebakan itu berlanjut dan semakin kenceng aja lantaran pada Rabu (6/11) Kejaksaan sudah ke rumah keluarga terpidana. Baik itu ke Serang, maupun Lamongan. Setelah kunjungan itu, Keluarganya Amrozi sendiri sudah bersiap menerima jenazah. Artinya, waktu eksekusi sudah sangat dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Kapolri sendiri secara tersirat udah bilang begini, "Sesuai dengan ketentuan, kejaksaan pada H-3 sudah memberitahu kepada pihak keluarga mengenai pelaksanaan eksekusi. Setelah itu eksekusi ya dilakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, temen2 di Mabes pun berpendapat eksekusi akan dilakukan Sabtu (8/11) dini hari. Pendapat ini semakin meyakinkan dengan kedatangan Kapuspenkum Kejagung, Jamdatun, Panglima TNI ke kantornya BHD pada Jumat (7/11). Pertemuan tertutup dan terkesan rahasia ini berlangsung dua jam. Tapi, lagi2 Kejaksaan dan Polisi menolak berkomentar soal pertemuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak ada pertemuan apa2. Sudah ntar malam tidur nyenyak aja," kata Kapuspen Kejagung.&lt;br /&gt;"Enggak ada pertemuan dengan Kejaksaan. Yang ada cuma silaturahmi dengan TNI AD," kata Kadiv Mabes.&lt;br /&gt;"Kita cuma silaturahmi dan enggak ada kejaksaan," kata TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebakan eksekusi Sabtu (8/11) dini hari antara pukul 00.00 sampai 03.00 WIB pun meleset. "Berarti, eksekusinya Minggu (9/11) dini hari," kata seorang teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga. Tapi, seperti kata temen lainnya, "Sudahlah. Jangan tebak2an enggak jelas yang cuma bikin tidur enggak nyenyak. Tunggu aja eksekusinya beneran. Selesai ditembak, pasti diumumin sama Kejaksaan."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-4516677829022917382?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/4516677829022917382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=4516677829022917382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/4516677829022917382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/4516677829022917382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/11/meleset.html' title='Meleset'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-8715808490804850513</id><published>2008-06-22T04:21:00.000-07:00</published><updated>2008-06-22T04:22:39.548-07:00</updated><title type='text'>Waterway Jakarta</title><content type='html'>&lt;I&gt;Hari ini yang saya resmikan adalah cikal bakal angkutan air, yang merupakan salah satu contoh kepada masyarakat bahwa ada alternatif transportasi lain selain busway dan monorail yang segera dibangun&lt;/I&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kalimat yang diucapkan oleh Sutiyoso ketika meresmikan &lt;I&gt;waterway&lt;/I&gt; atau angkutan air yang beroperasi di Sungai Ciliwung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diresmikan Sutiyoso berharap &lt;I&gt;waterway&lt;/I&gt; akan dapat memenuhi kebutuhan angkutan umum alternatif yang murah dan bebas dari kemacetan. Dengan hanya merogoh kocek Rp1.500/orang sekali jalan, masyarakat dapat menikmati moda transportasi air ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan tinggalah harapan, &lt;I&gt;waterway&lt;/I&gt; jelas merupakan program yang dirancang tanpa persiapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin moda transportasi air dapat beroperasi maksimal sementara sungainya selama 40 tahun tidak pernah dikeruk? Tidak hanya penuh lumpur, tapi juga sampah. Jadi, bisa dipastikan kendala yang menhantui pengoperasian waterway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hujan deras, maka akan terjadi peningkatan debit air di aliran Sungai Ciliwung. Akibatnya, kapal tidak mungkin beroperasi karena tingginya debit air di Kali Banjir Kanal Barat (BKB) tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika ketinggian air terlalu rendah, kapal juga tidak dapat melayani penumpang lantaran dasar kapal akan mentok dengan lumpur yang memenuhi dasar sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waterway itu noktah merah di angkutan umum Jakarta," cetus seorang teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, penerus Sutiyoso, Fauzi Bowo, menyatakan masih melirik angkutan air tersebut. "Tapi, kita fokuskan di Kepulauan Seribu. Sambil berjalan, kita kita kembangkan angkutan sungainya setelah sungai di Jakarta dikeruk," ujar Fauzi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang logis mengingat penduduk Kepulauan Seribu kerap mengalami kesulitan untuk melakukan mobilisasi antar pulau. Keberadaan moda transportasi yang diprogramkan oleh Pemerintah tentunya akan sangat membantu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, Pemerintah harus mengkaji jumlah armada dan bentuk moda transportasi yang ideal. Serta, bagaimana &lt;I&gt;waterway&lt;/I&gt; Kepulauan Seribu itu nantinya akan terintegrasi dengan angkutan dari dan ke Kepulauan Seribu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita tunggu saja janji Gubernur tersebut....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;napuspita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-8715808490804850513?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/8715808490804850513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=8715808490804850513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/8715808490804850513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/8715808490804850513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/06/waterway-jakarta.html' title='Waterway Jakarta'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-6043749477240627310</id><published>2008-06-07T08:11:00.001-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:46.079-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bola'/><title type='text'>SBY Kalah Start Lagi dari JK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SEqnWhpoB0I/AAAAAAAAACs/aIqXtH5xd0I/s1600-h/jk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SEqnWhpoB0I/AAAAAAAAACs/aIqXtH5xd0I/s320/jk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209159924439320386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EURO 2008 baru aja dibuka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swiss  versus Ceko (gue pegang Swiss.. Tapi, temen-temen gue komplain... Terserah deh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentatornya... hahahaha.. agak mengagetkan.. JK bo... Jusuf Kalla sang Wakil Presiden. Orang kedua di negeri ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pembukaan aja, JK udah muncul di teve... menunujukan dirinya paham dan perduli sama sepakbola. Padahal, misinya memanfaatkan momentum untuk berpromosi dan memperkenalkan diri buat persiapan Pemilu dan Pemilihan Presiden 2009...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teorinya kan kalau dia sering tampil, maka akan lebih populer.. Kalau lebih populer, maka banyak yang kenal. Kalau kenal jadi sayang. Kalau sayang, maka akan pilih dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAHAHAHA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, enggak bisa gue tampik ide ini bagus banget... SBY aja enggak kepikiran..&lt;br /&gt;Busyet deh.. Humasnya SBY tuh kerjaannya apaan sih kecuali membantah... Beneran enggak ada... Coba aja lihat... SBY kecolongan lagi.... Dan kalau dihitung sepanjang 2008, ini yang keempat kali SBY kalah start dari JK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, JAVA JAZZ untuk merangkul kalangan musisi.. seniman&lt;br /&gt;Trus, Film Ayat-Ayat Cinta... Kalangan film bo dan pencinta film cengeng a la sinetron&lt;br /&gt;Trus, Indonesian Movie Award.. Kalangan film dan selebritis&lt;br /&gt;Terakhir, ya... EURO ini...  kalangan olahragawan&lt;br /&gt;(atau ada yang punya catatan lain?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JK boleh gagal membuat kandidat Golkar menang dalam Pilkada. Tapi, JK jelas menang kalau soal promosi dan publikasi. Kalau udah begini gue enggak tahu siapa yang dapat duit, JK atau MNC...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAHAHA....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah deh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-6043749477240627310?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/6043749477240627310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=6043749477240627310' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6043749477240627310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6043749477240627310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/06/salam-euro-2008-baru-aja-dibuka.html' title='SBY Kalah Start Lagi dari JK'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SEqnWhpoB0I/AAAAAAAAACs/aIqXtH5xd0I/s72-c/jk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-7818367563351589825</id><published>2008-05-31T09:43:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:46.229-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bola'/><title type='text'>Selamat Datang Euro 2008 (mau ikutan prediksi)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SEqoAGB0eeI/AAAAAAAAAC0/iJrgOZTCdjk/s1600-h/piala+eropa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SEqoAGB0eeI/AAAAAAAAAC0/iJrgOZTCdjk/s320/piala+eropa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209160638579112418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senangnya... sebentar lagi ada Euro 2008. Akhirnya, ada juga hiburan beneran. Event terakbar tahun ini yang enggak boleh dilewatkan. Hampir semua tim papan atas dunia (kecuali Brazil dan Argentina) bakalan tampil di perhelatan akbar empat tahunan ini. Silakan sebut, semua ada di Euro 2008. Mulai dari Ceko, Portugal, Turki, Kroasia, Jerman, Perancis, dan Belanda. Spanyol dan Rusia. Serta enggak ketinggalan Juara Dunia 2006, Italia, dan Juara Eropa 2004, Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mmmm... mungkin ada yang bertanya-tanya, Inggris kemana ya....... Well, kabar buruk dan sangat menyedihkan buat penggemar John Terry dkk karena enggak bisa tampil pada Euro yang digelar di Swiss dan Austria ini. Alasanya? yah.... karena mereka terlalu bodoh, makanya enggak lolos kualifikasi (hehehe.... ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke... gue mau bikin prediksi kecil-kecilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup A akan bertanding empat kekuatan Eropa yang bisa dibilang hampir setara ya bo...&lt;br /&gt;Ada Swiss yang diuntungkan sebagai tuan rumah dan punya banyak dukungan pastinya.&lt;br /&gt;Finalis Euro 2006, Portugal, yang punya one of the best player ever (walaupun agak sengak ya bo...) Cristian Ronaldo.&lt;br /&gt;Trus ada kuda hitam di Euro 1996, Rep Ceko, yang selalu mengandalkan semangat. Sayangnya, sekarang, rata2, pemainnya udah pada gaek.&lt;br /&gt;Also, Turki yang kerap tampil mengejutkan (kalau bagus banget. kalau enggak, pasti jelek banget. hehehe....)&lt;br /&gt;Dari empat tim itu,, gue pilih Portugal. Tim yang meski gagal pada final tahun lalu, sudah kelihatan matang pada perhelatan kali ini. Tim kedua yang bakal lolos, yaitu Swiss (maaf... buat Turki dan Rep Ceko. Next time pasti lebih yahud). Kenapa Swiss? faktor tuan rumah biasanya membawa keberuntungan. Lagipula, Swiss juga punya tim yang cukup bagus, sehingga bisa sangat bersaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup B.... Kalau grup ini agak enggak setara. Ada der panzer Jerman yang akan dengan mudah lolos ke babak knock out. Well, menurut gue, enggak ada faktor yang bisa menghalangi mereka lolos ke babak knock out. Jerman, meskipun diisi tim muda, tapi sangat solid dan bermental juara. Selain itu, mereka punya sejarah yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;Jerman bakal ditemenin Kroasia yang semakin hari penampilannya semakin bagus.&lt;br /&gt;Sementara Austria yang meskipun sebagai tuan rumah enggak akan terlalu beruntung (^_^). Polandia masih butuh waktu lah yah buat jadi tim yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup C adalah grup neraka. Ada Rumania dengan pemain-pemainnya yang  lagi naik daun. Adrian Mutu dan Christian Chivu.... Walaupun belum pernah juara, tapi mereka punya tradisi yang cukup bagus di kancah eropa dan bahkan dunia. Trus ada negeri kicir angin yang mengandalkan Total Football (walaupun enggak menjamin juara. hahaha....). Belanda juga selalu punya tradisi cukup bagus pada kompetisi meskipun ya... mereka selalu enggak beruntung. Trus, ada Perancis. Siapa yang enggak tahu tim ayam jantan yang berhasil mendapat gelar ganda, yaitu Juara Dunia 1998 dan Juara Eropa 2000. Belum lagi, titel finalis pada Piala Dunia 2006. Peserta lain, last but not least, Juara Dunia 2006, Italia.&lt;br /&gt;Kalau yang ini hitung-hitungannya agak berat.....&lt;br /&gt;Rumania akan jadi tim kuda hitam. Sebagai tim non unggulan, mereka akan bermain sangat lepas. Sementara Belanda, enggak akan terlalu bagus (secara pemain mereka juga enggak ada yang terlalu menonjol). Perancis akan menjadikan ajang ini balas dendam pada Italia (Masih inget dunk tandukan Zizou di Piala Dunia 2006 yang bikin Perancis kalah dan gagal jadi juara?). Italia sendiri enggak bermain terlalu luar biasa. Tapi, selalu ada Luca Toni yang bisa diandalkan.&lt;br /&gt;Tapi, karena gue adalah tifosinya AC Milan dan Italia, maka gue memilih enggak memperdiksikan. Tapi, gue berharap Italia lolos ke babak selanjutnya didampingi Rumania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, ada Grup D. Spanyol, Rusia, Yunani, dan Swedia. Spanyol akan lolos dengan mudah. Yunani enggak akan mengulang kejutan. Swedia akan bersaing dengan Rusia. Tapi, gue pilih Rusia yang mungkin akan jadi juara grup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk babak knock out... kita akan mulai lagi setelah babak penyisihan grup rampung dan sebelum babak perempatfinal dimulai.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcome Euro 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-7818367563351589825?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/7818367563351589825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=7818367563351589825' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/7818367563351589825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/7818367563351589825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/05/selamat-datang-euro-2008-mau-ikutan.html' title='Selamat Datang Euro 2008 (mau ikutan prediksi)'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SEqoAGB0eeI/AAAAAAAAAC0/iJrgOZTCdjk/s72-c/piala+eropa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-6654278280561857775</id><published>2008-05-26T09:01:00.001-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:46.374-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Tolong Berhenti Nyanyi Donk</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SE0OTSla3LI/AAAAAAAAAC8/YntZPuhx-k4/s1600-h/images1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209836068506623154" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SE0OTSla3LI/AAAAAAAAAC8/YntZPuhx-k4/s320/images1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Gue lagi sebel sama penyanyi yang bersuara buruk dan enggak bisa nyanyi. Buat jadi penyanyi mang enggak perlu bersuara emas kaya' Celine Dion atau Krisdayanti. Tapi, minimal dia bisa nyanyi. Ngerti mana yang nada rendah, mana yang nada tinggi. Jadi, suara jeleknya bisa ketutup sama teknik mengolah vocalnya. Sehingga, masih bisa didengerin (walaupun pasti cepat dilupakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, akhir-akhir ini banyak selebritis yang sok mau nambah daftar karya seninya dengan nyanyi. Padahal boro-boro bersuara bagus, nyanyi aja kagak bisa. Jadi, jangan mengharapkan bisa membedakan mana nada rendah atau tinggi aja enggak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, gue nonton satu acara musik di stasiun musik dalam negeri yang menampilkan satu sosok perempuan kecil yang coba-coba terjun ke dunia musik dengan sebuah album musik. RASTI... Yippiii (wuekk!!!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara si Rasti (yang bintang sinetron ini) beneran enggak ada enaknya. Cara nyanyinya? Wuiiiihhh.. jangan ditanya, buruk banget. Trus udah enggak punya referensi musik yang bagus (apalagi musikalitasnya, hancur pisan) dia enggak sekedar menyanyi. Tapi mencipta lagu (yang gue yakin enggak ada satu produser pun yang mau memproduseri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue enggak inget judulnya. Bukannya apa-apa, gue udah males duluan sama lagunya (ILFeeL gitu deh). Gue enggak tahu mesti nyebut aliran lagu ini apaan, pop jelas enggak. Karena (menurut gue) meskipun pop artinya musik ringan, tapi masih ada 'isinya'. Enggak segitu ringannya sampe bener-bener enggak punya bobot (Hwahahaha....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke... akhir-akhir ini mang ada aliran yang disebut buble gum (sumpah gue sebel banget sama aliran yang enggak jelas ini). Okelah, musiknya si Rasti ini masih masuk kategori buble gum yang menurut gue aliran musik aneh, ringan dan (sori.... ) agak enggak berkualitas. Musik buble gum ini mang dimainkan atau dinyanyikan oleh pemusik yang punya musikalitas yang pas-pasan serta tidak bersuara bagus tapi ngotot mau nyanyi. Mirip-mirip musiknya Ashley Simpsons gitu deh... atau, banyak juga band yang mengaku Punk (tapi, ngerti Ramones aja kagak) dan musiknya tuh ringan banget (lebih ringan dari Punk Rock). Contohnya, Good Charlotte itu yang layak disebut Buble Gum Punk (wakakak...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik lagi soal Rasti dan buble gum pop-nya. Jadi, kalau buble gum itu kan sudah masuk kategori yang kurang bagus dan berkualitas. Nah, musiknya Rasti ini yang paling parah untuk kategori buble gum pop. Enggak enak di telinga, enggak layak didengerin, dan bener-bener enggak layak. Mungkin karena itu juga setiap kali tampil di TV, si Rasti ini selalu LipSync. Alias sebenarnya dia tidak pernah menunjukan kemampuan menyanyi, yang dia lakukan justru cuma mangap-mangap, sementara suara nyanyi keluar dari pita kaset yang meskipun sudah dimixing tetep aja enggak enak didenger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran gue sih, si Rasti ini les vocal dulu. di Indonesia itu kan banyak ya guru vocal yang yahud. Mulai dari Bertha, Elfa Secioria dkk... Matangin dulu teknik vocal (jadi, meskipun suaranya enggak bagus masih bisa bedain notasi lagu). Oia, saran ini juga berlaku buat Ussy Susilawati yang suara dan teknik vocalnya berantakan, tapi masih ketolong sama lagu yang bagus dan sesuai selera pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^_^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-6654278280561857775?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/6654278280561857775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=6654278280561857775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6654278280561857775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6654278280561857775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/05/tolong-berhenti-nyanyi-donk.html' title='Tolong Berhenti Nyanyi &lt;I&gt;Donk&lt;/I&gt;'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SE0OTSla3LI/AAAAAAAAAC8/YntZPuhx-k4/s72-c/images1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-6393539675003637227</id><published>2008-05-22T07:51:00.002-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:46.536-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lalu lintas'/><title type='text'>Carut Marut Angkutan Umum di Jakarta</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SE0OrGkxtZI/AAAAAAAAADE/VTcI1j0N-6k/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209836477599561106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SE0OrGkxtZI/AAAAAAAAADE/VTcI1j0N-6k/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Puluhan bus tampak berjajar di Terminal Senen, Jakarta Pusat. Di jajaran paling depan, bus sedang jurusan Tanjung Priok-Senen tersebut sudah penuh dengan penumpang. Puluhan penumpang yang tampak mulai gelisah karena si sopir belum juga hendak mengoperasikan kendaraannya. Kursi sopir masih terlihat kosong. Udara panas membuat sejumlah penumpang tidak tahan. Ditambah lagi, ketika ada angkutan umum lain yang melaju, asap hitam atau gas buang langsung masuk memenuhi ruang bus. Sontak, penumpang pun meminta sopir menjalankan kendaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buruan &lt;i&gt;dong&lt;/i&gt;, bang. Gimana &lt;i&gt;sih&lt;/i&gt;, panas nih," ujar seorang perempuan berusia pertengahan 30-an dengan kesal yang diamini oleh sebagian besar penumpang bus. Seorang pria yang duduk di bagian belakang pun mengajak para penumpang untuk keluar dan berganti bus. Akhirnya, sopir bus tersebut menyerah dan mulai menyalakan mesin. Bus tersebut mengeluarkan bunyi menderu-deru yang bising. Asap tebal meghitam tampak keluar dari knalpot bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gambaran kendaraan umum yang melayani jutaan warga Jakarta. Panas, pengap, dan mengeluarkan asap yang membuat sesak. Namun, masyrakat seolah dipaksa untuk mendapatkan pelayanan yang seadanya. Ini belum termasuk jok kursi yang sudah tidak layak untuk diduduki karena sudah bolong. Bahkan tidak jarang penumpang terpaksa menerima ketidaknyamanan dengan papan bangku dan batang pegangan tangan yang sudah berkarat. Kondisi tidak layak lain ketika turun hujan, kaca jendela yang dibiarkan bolong atau tidak dapat ditutup membuat penumpang terpaksa rela basah kuyup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini menunjukan jika sebagian besar angkutan umum di Jakarta sudah tak laik pakai, tapi tetap dipaksa beroperasi. Padahal, dengan membayar tarif, penumpang seharusnya mendapatkan kenyamanan dalam menggunakan layanan publik tersebut. Salah satu layanan tersebut, yaitu mendapatkan tempat duduk dan kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang jauh dari nyaman, aman dan tepat waktu ini mengakibatkan angkutan umum malah ditinggalkan oleh sebagian besar warga Jakarta. Dari tahun ke tahun, jumlah kendaraan pribadi terus meningkat dibandingkan kendaraan angkutan umum yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi teknis, bus tersebut sebenarnya sudah tidak layak beroperasi. Namun, angkutan umum yang tidak layak tersebut masih saja lolos uji mutu kendaraan atau kir dari Dinas Perhubungan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya kendaraan umum yang beroperasi di Jakarta berusia tidak lebih dari tujuh. "Maksimal umurnya sepuluh tahun," ujar dia. Namun, menurut Sekretaris Komisi B (bidang Perekonomian) Dewan Perawakilan Rakyat Daerah Jakarta, Nurmansjah Lubis, banyak kendaraan yang masih beroperasi di Jakarta berusia lebih dari sepuluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurmansjah melanjutkan, kendaraan yang berumur mengeluarkan emisi lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang masih baru. Angkutan yang sudah berusia tua tersebut, menurut Nurmansjah, seharusnya sudah dilakukan peremajaan. "Jadi kalau sudah mencemari udara, sebaiknya melakukan peremajaan," ujar dia. Setiap angkutan yang diremajakan, yaitu mobil lama harus diganti menjadi berplat hitam, kemudian perizinan angkutannya akan dipakai dan melekat pada mobil penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurmansjah mengatakan, melakukan peremajaan kendaraan umum memang bukan hal yang mudah karena membutuhkan biaya yang cukup mahal. Namun, "Dishub seharusnya mendesak organda agar melakukan peremajaan," tutur dia. Selain itu, Dinas seharusnya juga melakukan pengawasan dan penertiban terhadap angkutan yang tidak laik jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk pengawasan tersebut, di antaranya melalui uji kir atau mutu kendaraan. Melalui uji ini, Dinas berkewajiban menjaga gas buang kendaraan umum. "Tapi, itu pun banyak yang lolos karena adanya onum," ujar dia seraya menambahkan uji kir petik di jalan juga tidak mungkin dilakukan karena masih minimnya jumlah kendaraan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaklaikan angkutan umum seolah sudah menjadi masalah yang tidak kunjung menemukan solusi. Padahal, angkutan yang tidak laik jalan tersebut selain menimbulkan polusi juga dapat membahayakan pengguna. Untuk itu, selayaknya Dinas melakukan upaya untuk mengatasi. Tidak dilakukannya penertiban angkutan umum karena alasan dibutuhkan masyarakat sementara ada keterbataan armada juga tidak sepenuhnya dapat diterima. Dinas perlu melakukan pengawasan yang ketat dan penertiban terhadap angkutan umum yang beroperasi di jalan ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkutan umum yang tidak laik jalan ini hanyalah salah satu persoalan yang ada dalam tubuh Dinas Perhubungan Jakarta. Masih banyak persoalan lain yang membelit dan terkesan berlarut-larut karena tidak kunjung ditemukan solusi. Di antaranya, keberadaan terminal bayangan di sejumlah ruas jalan di Jakarta yang kerap menimbulkan kemacetan. Misalnya, di Simpang Cawang, Jakarta Timur, dan Slipi, Jakarta Barat. Puluhan moda transportasi umum berhenti cukup lama untuk mengangkut penumpang. Tak urung, kondisi ini membuat jalan yang memang sudah padat oleh kendaraan tersebut menjadi semakin sempti dan kemacetan tidak dapat terhindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan lain, yaitu masih terdapatnya rute angkutan yang tumpang tindih. Kondisi ini meresahkan masyarakat karena kerap terjadi bentrok di antara sopir angkutan. Seperti yang terjadi di Sunter, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. Bentrok dan ricuh terjadi antara sopir APB 04 dan Kopaja 27. Kedua angkutan umum ini memperbutkan rute untuk melintas di Jalan Danau Sunter Utara hingga ke Jalan Baru Sunter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemrawutan angkutan umum ini juga terjadi pada pengoeprasian moda transportasi massal, Bus TransJakarta &lt;i&gt;Busway&lt;/i&gt;. Pada rencana pengoperasian koridor VIII hingga X, misalnya, tidak dilakukan perencanaan yang baik. Jalur pada tiga koridor tersebut sudah rampung pada Desember 2007, namun pengoperasian bus tersebut belum juga ada kejelasan. Meski dijanjikan akan diluncurkan pada September mendatang, namun Dinas belum menyiapkan armada yang akan beroperasi di tiga koridor tersebut. Dinas hanya mengandalkan armada di tujuh koridor yang sudah lebih dulu beroperasi. Padahal, jumlah armada di koridor-koridor tersebut masih jauh dari ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran tersebut seolah menjadi salah satu indikator kinerja Dinas Pehubungan yang masih kurang baik. Indikasi kesemrawutan Dishub Jakarta lainnya, yaitu masih buruknya manajemen keuangan Dinas yang ditunjukan oleh temuan Badan Pemeriksa Keuangan. Pada pemeriksaan tahap II BPK ditemukan penyimpangan senilai Rp 1,668 milar. Terdiri dari BLU Transjakarta ditemukan penyimpangan Rp 24,15 juta, Dishub DKI Rp 1,559 miliar, Sudin Hub Jaksel Rp 26,05 juta, Sudin Hub Jakpus Rp 22,21 juta serta Sudin Hub Jaktim Rp 36,06 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nurmansjah, temuan tersebut seharusnya segera ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan. Dinas, kata Nurmansjah, harus segera mengembalikan uang sebesar Rp 1,608 miliar tersebut ke Kas Daerah. "Tapi, hingga kini belum ditindaklanjuti," ujar dia. Nurmansjah melanjutkan, pengembalian ke Kas Daerah memang dapat dilakukan hingga dua tahun sejak temuan BPK tersebut. Namun, sebagiknya Dinas tidak perlu menunggu. "Segera lakukan pengembalian," tegas dia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-6393539675003637227?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/6393539675003637227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=6393539675003637227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6393539675003637227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6393539675003637227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/05/carut-marut-angkutan-umum-di-jakarta.html' title='Carut Marut Angkutan Umum di Jakarta'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SE0OrGkxtZI/AAAAAAAAADE/VTcI1j0N-6k/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-2201759023256982867</id><published>2008-05-22T07:51:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:46.752-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fauzi bowo'/><title type='text'>Pejabat DKI akan Dapat Rapor</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SE0O6dKjvfI/AAAAAAAAADM/tgS4vUmbRMk/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209836741361647090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SE0O6dKjvfI/AAAAAAAAADM/tgS4vUmbRMk/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Harap-harap cemas. Begitulah yang tergambar di wajah delapan anak berusia belia, terdiri dari empat perempuan dan laki-laki. Dengan tangan terkepal, mulut bocah-bocah tersebut terlihat menggumankan sesuatu. Bola mata kedelapan anak-anak tersebut sesekali memandang ke atas dan ke arah bangku penonton di mana orang tua mereka tengah duduk juga dengan pandangan harap cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah riuh penonton yang memberikan dukungan kepada mereka, delapan anak tersebut menunggu di bagikannya rapor. Namun, rapor yang mereka tunggu bukanlah hasil laporan sekolah yang berisi penilaian mata pelajaran. Rapor tersebut merupakan penilaian apakah mereka sudah menyanyi dengan bagus dan disukai oleh penonton. Itulah yang terjadi setiap pekan di pentas pemilihan idola cilik yang ditayangkan salah satu stasiun swasta di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian rapor merupakan salah satu momen mendebarkan. Rasa takut dan cemas itulah yang tergambar setiap kali ada pembagian rapor. Rasa itu akan hilang ketika rapor sudah ditangan. Jika dalam rapor berisi tulisan hitam, maka rasa cemas akan berganti dengan bahagia karena usaha yang dilakukan akan terbayar. Sebaliknya, jika merah, maka akan membuat kening berkerut dan menimbulkan kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapor merupakan hasil penilaian terkait usaha dalam periode tertentu. Berangkat dari tolak ukur itu pula, orang akan mengetahui kekurangan dan kelebihan setiap individu. Berangkat dari pemikiran tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan rapor bagi para pejabat dan staf-stafnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan dibayangkan rapornya berupa angka kuantitatif 1 sampai 10. Rapor bagi pejabat ini bersifat kualitatif, jadi berupa uraian tentang pencapaian setiap pejabat bersama satuan kerjanya. Mencakup, disiplin, kualitas kerja, pelayanan terhadap masyarakat, dan kemampuan. Rapor ini yang akan menjadi tolak ukur keberhasilan setiap jajaran di lingkungan Pemerintah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Kamis (22/5), para pejabat eselon II, mulai dari Wali Kota, Kepala Dinas, hingga Asisten dan Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta menandatangani kontrak kinerja. Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo, menyatakan, kontrak ini yang akan menjadi acuan untuk memberikan penilaian terhadap para pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Jakarta. "Sejak awal melantik para pejabat di Pemerintah Jakarta, pihaknya sudah menyatakan akan meminta mereka menandatangani kontrak kinerja. Ini yang akan menjadi pegangan penilaian," ujar dia di Balai Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauzi menyatakan, jika evaluasi penilaian tersebut akan dilakukan secara periodik. Penilaian yang diberikan dilakukan dengan kriteria yang berbeda. Pasalnya, terdapat 772 satuan dan unit kerja dalam Pemerintahan Jakarta yang memiliki tugas pokok berbeda-beda. "Ada indikator yang sama. Tapi, banyak juga yang berbeda. Indikatornya agak kompleks," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Fauzi menjamin, kriteria tersebut disusu secara baku dan obyektif. "Tidak subyektif." Kriteria itu, lanjut dia, disepakati antara Gubernur sebagai pihak yang memberi nilai dan unit sebagai pihak yang dinilai. Sehingga, penilaian yang diterapkan tersebut adil bagi semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Fauzi, rapor tersebut tidak hanya mengikat pejabat, namun juga staf yang berada dalam satuan kerja tersebut. Namun, dia mengingatkan jajaran agar jangan menjadi takut atau kecut dengan kriteria ini. Menurut Fauzi, kontrak kinerja ini merupakan bagian reformasi birokrasi yang dilakukan Pemerintah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi A (bidang Pemerintahan) DPRD Jakarta, Achmad Suaedy, menyatakan, pemberian rapor bagi jajaran Pemerintah Jakarta merupakan signal yang baik dalam pembenahan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, Suedy menyambut baik pemberian rapor bagi para satuan kerja. "Agar kinerja pegawai lebih baik dari sebelumnya," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah kriteria yang harus memasukan penilaian, menurut Suaedy, terdiri dari disiplin, kemampuan, dan kualitas kinerja. "Mencakup waktu, kehadiran, dan pelayanan. Mereka harus meningkatkan kualitas," terang dia. Mengenai periode evaluasi, Suaedy menyarankan, dilakukan enam bulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut Suaedy, Gubernur juga sebaiknya mengumumkan hasil penilaian tersebut kepada publik. Sehingga, masyarakat juga dapat ikut menilai kinerja pejabat. "Sebagai transparansi." Sehingga, akan ada budaya malu dan para pejabat yang mendapat rapor merah akan terpacu untuk melakukan perbaikan kinerja. "Selain itu, masyarakat dapat ikut menilai jika Gubernur melakukan perombakan kabinet. Untuk meyakinkan jika yang dipilih memang memiliki kompetensi yang baik," ujar dia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-2201759023256982867?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/2201759023256982867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=2201759023256982867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/2201759023256982867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/2201759023256982867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/05/pejabat-dki-akan-dapat-rapor.html' title='Pejabat DKI akan Dapat Rapor'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SE0O6dKjvfI/AAAAAAAAADM/tgS4vUmbRMk/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-1539276971460317832</id><published>2008-05-22T07:46:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:46.918-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SDWINMl2yQI/AAAAAAAAACk/NXfc3DwDtRs/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SDWINMl2yQI/AAAAAAAAACk/NXfc3DwDtRs/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203214704796158210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ribuan perusahaan di Jakarta masih mengabaikan keselamatan dan keamanan kerja (K3). Hal ini diindikasikan dari tingginya tingkat pelanggaran K3 di Jakarta. Pada 2007, sebanyak 25 kasus kecelakaan kerja terjadi di Jakarta setiap harinya. Bahkan, dua di antaranya berujung ada kematian pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2007, jumlah kasus kecelakaan kerja di Jakarta sebanyak 9.480 kasus. Dari jumlah tersebut, 7.519 kasus atau 79 persen pekerja sembuh, 734 pekerja cacat fungsi, 529 kasus cacat sebagian, empat kasus cacat tetap, dan 634 kasus meninggal dunia. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan pada 2006 lalu yang tercatat 10.026 kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksana Harian Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta, Sumanto, mengakui jika masih ada pelanggaran terkait keselamatan kerja. Sumanto menuturkan, pihaknya memeriksa 3.600 perusahaan terkait penerapan K3 pada tahun 2007 silam. Dari jumlah tersebut, hingga Maret 2008, sebanyak 25 perusahaan sudah diajukan ke pihak penegak hukum. "Kita buat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke pengadilan," ujar dia di Balai Kota, Kamis (22/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang diajukan ke pengadilan tersebut, menurut Sumanto, sebelumnya sudah melalui prosedur administratif terlebih dahulu. Dinas melakukan proses pembinaan, tindakan pengawasan, dan pemeriksaan. Selain itu, pemberian nota peringatan pada perusahaan tersebut agar mengindahkan penerapan keselamatan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun, setelah diperingatkan dan diberi waktu untuk memenuhi perusahaan tersebut tidak melakukannya," terang dia. Maka, pihaknya membawa kasus ini untuk diselesaikan melalui jalur hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kata Sumanto, hukuman untuk perusahaan yang melanggar keselamatan kerja masih sangat kecil. Berdasarkan Undang-Undang nomor 1 tahun 1970 tentang K3, sanksi bagi pelanggar hanya berupa hukuman kurungan 3 bulan atau denda sebesar Rp 100 ribu. Menurut Sumanto, yang terpenting pemeriksaan dan sanksi dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar diketahui, pada Rabu (21/5) lalu, seorang Satuan Tugas (satgas) Bus Trans Jakarta mengalami kecelakaan kerja. Hary (30), terjatuh di Halte Pulomas saat akan menurunkan penumpang. Hary mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangan kanan karena terlindas ban belakang bus. Akibatnya, Hary harus mendapat perawatan di RS Mediros, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Diketahui pula, Pemerintah Jakarta juga akan membawa ke jalur hukum kasus keracunan yang terjadi di &lt;i&gt;Carrefour&lt;/i&gt; RAtu Plaza yang terjadi beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam salah satu reomendasinya menilai masih banyak perusahaan yang belum menjalankan dan melanggar norma ketenagakerjaan. "Perlu ada tindakan tegas dan nyata," ujar Maringan Pangaribuan, Wakil Ketua DPRD Jakarta. Dewan meminta Dinas Tenaga Kerja melakukan penyuluhan dan pengawasan untuk keselamatan kerja. "Serta kedisiplinan perlu terus dilakukan," ujar dia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-1539276971460317832?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/1539276971460317832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=1539276971460317832' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/1539276971460317832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/1539276971460317832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/05/ribuan-perusahaan-di-jakarta-masih.html' title=''/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SDWINMl2yQI/AAAAAAAAACk/NXfc3DwDtRs/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-3892639775846107075</id><published>2008-05-22T07:44:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:47.000-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Disiapkan, Jalan Ali Sadikin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SDWHlsl2yPI/AAAAAAAAACc/lezLZ2Ew5VE/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SDWHlsl2yPI/AAAAAAAAACc/lezLZ2Ew5VE/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203214026191325426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan jalan yang akan mengabadikan Ali Sadikin, Mantan Gubernur Jakarta 1966 - 1977. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh yang telah membangun Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan, pihaknya harus mempertimbangkan dengan cermat jalan yang akan mengabadikan nama Ali Sadikin. Jalan tersebut, kata dia, merupakan yang besar dan bukan yang kecil karena mengingat jasa yang diberikan Bang Ali. "Bukan jalan kecil atau gang. Yang besar harus terhormat," ujar dia di Balai Kota, Kamis (22/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jalan besar yang dimaksud, adalah jalan yang merupakan jalan utama dan yang memiliki nilai yang penting. "Bukan soal panjang atau besar. Kalau di jalan panjang, apa artinya," kata Fauzi. Fauzi menyatakan, pihaknya sudah meminta dinas terkait untuk membuat konsep. Penyusunan konsep jalan bernama Ali Sadikin tersebut harus disusun degan sistem yang bagus. "Tidak bisa sembarangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Sadikin merupakan Gubernur Jakarta paling berpengaruh mengembangkan ibukota sebagai kota metropolitan. Pria kelahiran Sumedang, Jawa Barat, ini penggagas pembangunan Taman Mini Idonesia Indah (TMII), Taman Ismail Marzuki, Kebon Binatang Ragunan, Taman Impian Jaya Ancol, dan Taman Ria Monas. Selain itu, pelestarian budaya Betawi dan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Pria yang dikenal sebagai penggagas petisi 50 ini juga berjasa terhadap bangunan bersejarah seperti Museum Tekstil, Museum Keramik, dan Museum Wayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan utama yang masih memungkinan untuk diberinama dengan Ali Sadikin seperti di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat; Jalan Gunung Sahari; Jalan HR Rasuna Said dapat dipenggal menjadi dua bagian. Sebelumnya, Pemerintah juga pernah mengabadikan nama Gubernur Jakarta, yaitu Jalan Suwiryo, Jakarta dan Jalan Syamsul Rizal, Menteng, Jakarta Pusat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-3892639775846107075?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/3892639775846107075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=3892639775846107075' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/3892639775846107075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/3892639775846107075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/05/disiapkan-jalan-ali-sadikin.html' title='Disiapkan, Jalan Ali Sadikin'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/SDWHlsl2yPI/AAAAAAAAACc/lezLZ2Ew5VE/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-1394922860440781342</id><published>2008-04-19T06:40:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T09:49:48.618-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangunan'/><title type='text'>Gedung Bermasalah</title><content type='html'>Sepekan terakhir, gedung-gedung di Jakarta jadi sorotan. Mulai dari berita ngaco 'Gedung Sarinah Miring' (sumpah nih berita ngaco abis. tanpa sumber resmi dan tanpa kajian, cuma dari pantauan doang bisa bilang Sarinah miring), Dewatering (pengeringan air tanah untuk pemasangan tiang pancang dalam pembangunan) gedung Departemen Agama yang menyalahi aturan, trus belasan gedung parkir yang bermasalah, hingga ribuan gedung yang enggak punya IMB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua masalah itu bermuara pada kepatuhan, penegakan, dan pengawasan hukum yang sangat tidak baik. Terbayang donk, pembangunan gedung tinggi yang sudah direncanakan dengan baik aja pasti berdampak buruk pada lingkungan. Implikasi yang paling kelihatan adalah berkurangnya lahan resapan. Akibatnya, banjir dan bencana lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang lurus aja berdampak buruk, bagaimana dengan yang enggak lurus alias bengkok alias enggak sesuai aturan. Dampaknya akan mirip bom waktu yang pastinya merugikan masyarakat dan generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya aja, dewatering atau pengeringan air tanah. Enggak usah dikeringin, pengambilan air tanah aja udah merusak struktur tanah. Lapisan tanah akan labil dan berakibat land subsident atau amblasnya tanah. Jadi, gimana kalau air tanah dikeringin? enggak kebayang deh apa yang akan terjadi. Bukan cuma land subsident, intrusi air laut yang akan mengakibatkan kualitas air tanah menjadi buruk. Ujung-ujungnya, krisis air bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru satu masalah... Soal perijinan lain lagi. Gedung yang dibangun dengan ijin aja suka enggak jelas dan menyalahi peruntukan, gimana dengan yang enggak punya ijin? bisa dibilang, analisis dampak lingkungan (amdal) enggak jelas. Artinya, bagaimana dampak pembangunan tersebut enggak bisa diantisipasi dan enggak bisa dibuat solusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus soal gedung parkir juga begitu. Bagaimana mungkina ada 17 gedung parkir enggak aman di Jakarta. Dinding gedung itu enggak tahan terhadap benturan. Jadi, kebayang dunk kalau ada empat mobil meluncur di  Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu sebenarnya mengindikasikan pengawasan yang lemah dan sanksi yang enggak ketat. Soal dewatering, misalnya, dia hanya harus membuat pipa dan mengembalikan air tanah yang diambil. Kalau itu enggak dituruti, mereka harus bayar denda. Sanksi lain? enggak ada. Jelas itu jadi angin buat para pelanggar. Dengan uang semua selesai. Padahal, enggak kebayang dampaknya. Pelanggaran itu sudah pelanggaran terhadap lingkungan yang sama saja dengan Kriminal. Seharusnya, para pelanggar itu dihukum penjara. Atau, kasih denda yang sangat besar. 100 persen nilai investasi mereka kalau perlu. biar kapok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan pengelola gedung parkir. Tutup gedungnya sampai perbaikan selesai dilakukan. Karena, ini kan publik service. Kalau enggak ditutup, seperti menunggu mobil meluncur selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak punya ijin bangun  gedung? dipenjara aja tuh orang. udah gila kali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-1394922860440781342?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/1394922860440781342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=1394922860440781342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/1394922860440781342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/1394922860440781342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/04/sepekan-terakhir-gedung-gedung-di.html' title='Gedung Bermasalah'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-6023604420433499870</id><published>2008-04-18T05:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T09:46:02.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lalu lintas'/><title type='text'>Parkir Liar, Diderek dan Digembok II</title><content type='html'>Kebutuhan pengguna kendaraan terhadap areal parkir membuat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengambil keuntungan. Meskipun kendaraan tersebut diparkir di areal tidak resmi, para pemilik kendaraan diminta 'retribusi' sebagai ongkos jasa menjaga kendaraan mereka tetap aman. Namun, 'retribusi' tersebut tidak pernah masuk ke kas daerah. Kondisi ini berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekretaris Komisi B (bidang perekonomian) DPRD DKI Jakarta, Nurmansjah Lubis, selain kemacetan, akibat parkir liar, sumbangan retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun menurun.  Pasalnya, Nurmansjah melanjutkan, parkir liar menyebabkan ada pendapatan yang tidak masuk ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Nurmansjah menyatakan, penegakan hukum (&lt;i&gt;law enforcement&lt;/i&gt;) harus dilakukan. Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD DKI Jakarta menilai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memberlakukan sanksi dan regulasi yang tegas. Sehingga membuat efek jera bagi pemilik kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai emaksimalan penegakan hukum dengan upaya menggembok atau mengunci ban kendaraan yang diparkir sembarangan, menurut Nurmansjah, sebagai salah satu langkah yang baik. "Itu bagus, memang dibutuhkan peralatan untuk membantu penegakan parkir liar," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Nurmansjah menegaskan, penegakan hukum sebaiknya tidak hanya berlaku terhadap lokasi parkir liar yang menggunakan bahu jalan. Ia mengungkapkan, ada lokasi parkir liar yang memanfaatkan lahan publik, seperti kolong &lt;i&gt;fly over&lt;/i&gt;. Nurmansjah menambahkan, lokasi parkir liar semacam ini membutuhkan penanganan yang juga melibatkan penataan pertamanan. Dituturkan, lokasi-lokasi itu dapat difungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). "Ini juga dapat untuk menambah RTH," tandas  politisi asal PKS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;n nap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-6023604420433499870?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/6023604420433499870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=6023604420433499870' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6023604420433499870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6023604420433499870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/04/parkir-liar-diderek-dan-digembok-ii.html' title='Parkir Liar, Diderek dan Digembok II'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-2574416097935619603</id><published>2008-04-18T05:38:00.001-07:00</published><updated>2008-05-12T09:45:17.436-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lalu lintas'/><title type='text'>Parkir Liar, Diderek dan Digembok</title><content type='html'>"Terus... Terus... Terus...," teriak seorang juru parkir (jukir) ketika hendak memajukan mobil. Kendaraan roda empat jenis sedan tersebut menuruti perintah jukir dan mulai maju. Si sopir sedan yang hanya mengandalkan pengarahan dari jukir, tidak memerhatikan kendaraan di belakang. Akibatnya, sebuah motor melaju dengan kecepatan langsung berusaha berbelokan. Naas, di sampingnya terdapat kendaraan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brak!! Motor tersebut menabrak mobil. Spontan sopir mobil tersebut langsung marah-marah pada pengendara motor. Perempuan si pengendara motor tidak terima gantian memarahi jukir yang dianggapnya asalan mengarahkan sedan tersebut mengakibatkan insiden tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tersebut terjadi di Jalan Tebet Raya, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Jalan Tebet selalu ramai dikunjungi setiap akhir pekan. Di jalan tersebut, tampak berjajar distribution outlet dan cafe. Namun, minimnya lahan parkir membuat para pengunjung terpaksa memarkirkan kendaraannya di badan jalan. Akibatnya, ruas jalan semakin sempit dan kepadatan lalu lintas menjadi tidak terelakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Tebet hanyalah salah satu contoh. Parkir di badan jalan atau ruang publik bukanlah hal yang aneh di Jakarta. Lokasi yang juga menggunakan ruang publik terjadi di di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Deretan kendaraan roda empat dan roda dua menempati areal parkir tersebut yang berada persis di dpan Markas Polrestro Jakarta Pusat. Lokasi lainnya, seperti terlihat di bawah Jalan Layang (flyover) Grogol, Jalan Hasyim Ashari, Roxy, Jakarta Barat, dan Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya kendaraan yang beroperasi di Jakarta tidak berimbang dengan jumlah gedung parkir dan jalan. Di Jakarta hanya terdapat 304 gedung parkir, sedangkan jumlah kendaraan pribadi mencapai 5,7 juta. Alhasil, pemilik kendaraan dengan sembrono memarkirkan kendaraannya di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menyatakan, parkir-parkir liar membuat ruas jalan menyempit dan berdampak pada kemacetan lalu lintas. Pasalnya, puluhan mobil parkir yang berderet-deret di bahu jalan mempersempit jalan. Gubernur pun memerintahka dilakukannya penindakan bagi pelanggar lalu lintas dan pengendara kendaraan pribadi yang tidak mengindahkan rambu-rambu. Hal ini juga berlaku bagi para pemilik kendaraan yang melanggar larangan parkir di kawasan tertentu. Penertiban penggunaan badan jalan untuk usaha dan parkir dengan pengoperasian mobil derek dan petugas penertiban jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya mengurai kemacetan gencar dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Dengan melibatkan ribuan petugas, usaha tersebut mulai menujukkan hasil. Keberadaan petugas, baik anggota polisi dan aparat satpol PP mampu mengurangi kemacetan di sejumlah ruas jalan yang menjadi langganan macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perintah Gubernur inilah, Dinas Perhubungan DKI Jakarta kemudian dilakukan penegakan hukum (law enforcement) terhadap kendaraan yang di parkir bukan di tempat yang seharusnya. Yaitu, dengan menderek mobil yang melanggar aturan dilarang parkir. Selain itu, pemilik kendaraan juga dikenakan denda yang cukup besar untuk menimbulkan efek jera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun upaya menertibkan parkir liar sepertinya belum maksimal. Penindakan dengan kendaraan derek belum bisa dioptimalkan. Pasalnya, penertiban parkir liar tidak bisa dilakukan serentak di lima wilayah. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Nurachman mengatakan, penertiban parkir liar terus dilakukan, tapi bertahap atau per wilayah. "Hari ini di Jakarta Timur, besok di Jakarta Pusat," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini disebabkan terkendala terbatasnya jumlah kendaraan derek. Pemprov DKI Jakarta hanya memiliki 22 unit kendaraan derek. Dari jumlah tersebut, lanjutnya, yang beroperasi hanya 10 sampai 15 unit kendaraan derek. Padahal, idealnya Pemprov memiliki 50 kendaraan derek. Dari puluhan bahkan ratusan kendaraan yang setiap harinya terparkir secara sembarangan hanya ada 15 kendaraan yang diderek dan 30 kendaraan yang ditilang karena parkir sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan akan memerlakukan kunci ban terhadap kendaraan yang diparkir di areal parkir liar mulai Juni 2008. Artinya, kendaraan yang diparkir sembarang akan dikunci bannya. Prosedurnya, jika pemiliknya ada, ia harus mengambil kunci ke Dinas Perhubungan. "Karena, kunci kita yang pegang," imbuhnya. Selanjutnya, kordinasi dengan Polda Metro Jaya agar ditilang. Maka, selain harus membayar retribusi parkir, sebut Nurachman, pemilik kendaraan juga akan ditilang oleh Ditlantas Polda Metro Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penindakan berupa kunci ban ini dilakukan secara efektif mulai Juni 2008. Saat ini, lanjutnya, kunci ban yang dimiliki Dishub sebanyak 30 buah. Nurachman optimis upaya ini bisa mengurangi kemacetan. "Jika 30 persen kemacetan karena parkir liar, maka jumlah kemacetan yang bisa dikurangi juga 30 persen," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;n ratna puspita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-2574416097935619603?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/2574416097935619603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=2574416097935619603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/2574416097935619603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/2574416097935619603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/04/parkir-liar-diderek-dan-digembok_18.html' title='Parkir Liar, Diderek dan Digembok'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-6764307515942308706</id><published>2008-04-18T05:31:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T09:45:29.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anggaran'/><title type='text'>Jakarta Impian? (Semoga) Bukan Cuma Mimpi</title><content type='html'>Sebagai kota besar masalah Jakarta memang sangat kompleks dan rumit banget. Tapi, baru sekarang ini gue menyadari jika masalah jakarta tuh bener-bener banyak. Dari yang kelihatan aja, mulai dari macet, banjir. Tapi, kalau mau dirunut masih banyak masalah lain di Jakarta yang enggak jelas kapan akan terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari gedung pakir yang enggak aman, eksploitasi air tanah, intrusi air laut, gelombang pasang, ancaman pemanasan global yang akan menenggelamkan sebagian besar pantai utara jawa, pasokan air bersih. Begitu banyak yang harus dipikirkan pemimpin dan warga Jakarta. Terlebih, masalah itu tidak bisa langsung diselesaikan semuanya. Harus diselesaikan satu per satu. Meskipun semua masalah itu seperti bom waktu, Jakarta (seperti daerah lain di Indonesia) memiliki keterbatasan anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena meskipun sebagai salah satu kota terkaya di Indonesia (ditegaskan dengan tidak ada penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU)), kemampuan anggaran Jakarta hanya seperempat dar total kebutuhan. Kemampuan anggaran Jakarta sebesar Rp 21 triliun (fantastis), tapi sebenarnya kebutuhan anggaran kota kita tercinta ini mencapai Rp 100 triliun (ck...ck...ck...)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat, suatu waktu pernah wawancara sama Kepala Biro Keuangan DKI Jakarta, Syauki Yahya. Dia bilang, pendapatan Jakarta setiap harinya mencapai Rp 50 miliar. Trus, saya dan teman (Putri-namanya), bilang "Gila duit semua itu. Banyak banget." Trus kita mengkhayal, kalau punya uang sebanyak itu mau buat apaan. Langsung kaya mendadak lah yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita hitung-hitung ternyata memang 'enggak sebanyak' itu. Maksudnya, 'enggak banyak' untuk warga Jakarta dengan segala macam persoalan kompleksnya yang entah kapan bakalan rampung. Seorang teman pernah bilang, "Cuma dalam mimpi persoalan Jakarta bisa tuntas. Enggak bakalan deh, sampai kapan juga akan begini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang apatis itu telanjur beranggapan jika wajah Jakarta tidak akan berubah. 'Yang miskin bertahan hidup. Yang kaya justru menghamburkan uang. Miskin dan gedung bertingkat akan terus menjadi warga Jakarta.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, semua hal berawal dari mimpi. Tanpa mimpi, tidak akan ada lampu. Tidak akan ada &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; (yang dibenci dan dicintai). Juga, tidak ada seni. Semua berawal dari mimpi  yang berkembang menjadi cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya tidak hanya cukup dengan mimpi dan sebatas angan. Kita harus mewujudkan cita-cita itu. Mewujudkan semua yang awalnya mimpi jadi kenyataan. Bersama-sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-6764307515942308706?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/6764307515942308706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=6764307515942308706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6764307515942308706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6764307515942308706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/04/jakarta-impian-semoga-bukan-cuma-mimpi.html' title='Jakarta Impian? (Semoga) Bukan Cuma Mimpi'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-6612331452795216504</id><published>2008-04-06T05:26:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:47.375-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><title type='text'>Kontroversi Konversi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_jB2HMGLhI/AAAAAAAAACU/vx79SHl3Hg0/s1600-h/elpiji.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_jB2HMGLhI/AAAAAAAAACU/vx79SHl3Hg0/s320/elpiji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186108106304007698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Konversi minyak tanah ke gas kembali menuai kritikan. Sejumlah kalangan menilai seharusnya masyarakat tidak dipaksa untuk menggunakan gas. Biarkan mereka memilih mau menggunakan bahan bakar apa untuk memasak. Persoalan lain yang timbul adalah disparitas harga antara tabung 50 kilogram dan 12 kilogram. Perbedaan harganya Rp 3.000 per kilogram. Perbedaan harga ini membuat pelaku indistri beralih menggunakan tabung 12 kilogram yang seharusnya diperuntukan untuk rumah tangga. Akibatnya terjadi kelangkaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kalangan menilai konversi ini adalah proyek Jusuf Kalla. "Supaya produknya laku," begitu kata Nurmansjah Lubis, Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta. Kesimpulan itu ada benarnya mengingat dia begitu gencar mempromosikan konversi. Tidak hanya konversi minyak tanah ke gas. Tapi, juga BBM ke BBG untuk kendaraan umum. Tudingannya, menyebabkan polusi (walaupun sebenarnya itu lebih disebabkan perawatan kendaraan yang enggak beres).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sisi lain, konversi ini dilakukan untuk mengurangi subsidi yang harus dikeluarkan negara untuk bahan bakar. Subsidi untuk minyak tanah dan bensin selama ini merupakan yang terbesar. Seperti diketahui, bertahun lalu kita adalah negara pengekspor minyak. Karena ketidakmampuan negara kita mengolah minyak mentah menjadi produk siap pakai. Indonesia harus menjual minyak mentah ke luar negeri dan membeli bahan bakar minyak. Semua itu membutuhkan harga yang sangat besar. Untuk memudahkan daya beli masyarakat, maka negara harus memberi bantuan berupa subsidi dana terkait bbm yang akan dilempar ke pasaran.  Dulu, hal itu mudah karena nilai minyak mentah yang dijual jauh lebih tinggi dibandingkan bbm yang kita beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seiring eksplorasi yang dilakukan cadangan minyak bumi semakin menipis sementara kebutuhan bbm yang terus meningkat. Kita tidak bisa lagi mengandalkan minyak mentah yang dijual ke negara lain yang jumlahnya semakin sedikit. Dengan artian, kita membeli lebih mahal daripada menjual. Akibatnya, pemerintah semakin kesulitan untuk mensubsidi masyarakat. Hal lain yang memperparah kondisi ekonomi yang tak menentu. Angka inflasi yang tak beranjak dari 7 % per tahun. Terasa memberatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, mau tidak mau... suka tidak suka... Subsidi itu perlahan dan pasti harus dicabut. Namun, semua itu diperlukan rencana yang matang. Maka, terbitlah ide menaikan harga bensin dan (rencana) meluncurkan bensin oktan 80.  Lalu bagaimana dengan pengguna minyak tanah? dilakukan konversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konversi itu didengungkan sejak setahun yang lalu. Sekitar enam bulan yang lalu, dimulai dengan membagikan kompor dan tabung gas gratis sebagai bagian konversi. Selanjutnya, perlahan minyak tanah bersubsidi ditarik. Minyak tanah akhirnya menjadi langka dan masyarakat dengan terpaksa menerima menggunaan kompor gas sebagai alat memasak sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana dengan sebagian lain. Sebagian lain itu masih memiliki ketakutan menggunakan kompor gas dan membiarkan kompor dan tabung gas gratis teronggok dan berdebu. Persoalan lain belum banyaknya agen, pangkalan, elpiji. Kendala lain, minyak tanah tidak membutuhkan stasiun pengisian. Cukup agen dan pangkalan. Tapi tidak demikian dengan elpiji yang membutuhkan stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) di Indonesia. Kondisi ini mengakibatkan tidak mudahnya distribusi elpiji (walaupun dengan ukuran 3 kilogram, elpiji sudah bisa diedarkan dengan mudah). Persoalan lain, terbatasnya jumlah tabung 12 kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata seorang teman, pemerintah memang sudah cukup matang melaksanakan program ini. Tapi, ya itu... matang untuk melaksanakan. Pemerintah jelas tidak mercanakan bagaimana agar masyarakat menerima program ini dengan mudah. Pemerintah juga tidak siap untuk mengantisipasi pasca pelaksanaan. Mereka hanya berpikir, 'masyarakat pasti akan memilih yang lebih murah. apalagi kompornya dibagikan gratis'. Tapi, mereka tidak memikirkan ada masyarakat yang memiliki masalah psikologis, yaitu anggapan jika menggunakan gas jauh lebih tidak aman daripada minyak tanah. Selain itu, pemerintah juga tidak mengantisipasi jika konsumsi gas menjadi meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kelemahan... Tapi, (mengutip Wagub DKI, Prijanto) namanya juga pemerintah, tugasnya ya.. memerintah. Maka, mau tidak mau... suka tidak suka... masyarakat harus mau menerima perintah dari pemerintah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-6612331452795216504?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/6612331452795216504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=6612331452795216504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6612331452795216504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6612331452795216504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/04/kontroversi-konversi.html' title='Kontroversi Konversi'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_jB2HMGLhI/AAAAAAAAACU/vx79SHl3Hg0/s72-c/elpiji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-2761921989235816379</id><published>2008-04-06T05:22:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:47.769-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='televisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak-anak'/><title type='text'>'Jualan' Anak-anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_jBMHMGLgI/AAAAAAAAACM/rIfKj-_bx1Q/s1600-h/childs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_jBMHMGLgI/AAAAAAAAACM/rIfKj-_bx1Q/s320/childs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186107384749501954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kontes popularitas memang enggak ada matinya. Kali ini, 'korbannya' adalah anak-anak (enggak manusiawi banget ya bahasa gue. hehehe.... ). Dan, kontes popularitas ini pun kembali disiarkan oleh Indosiar dan RCTI. Indosiar yang pernah sukses dan kemudian gagal dengan kontes Akademi Fantasi Indosiar (AFI), mencoba mamamia. Program ini terbukti sukses dan berhasil kembali mengutungkan Indosiar yang sebelumnya sempat terpuruk. Sementara RCTI (yang katanya stasiun nomor satu di Indonesia), berhasil dengan program Idola Cilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua program itu bersaing di jam yang berbeda. Program Mamamia mencoba memperlihatkan bagaimana seorang ibu (alih-alih menjual) mempromosikan dan mendukung anaknya untuk menjadi bintang. Sementara di Idola Cilik, anak-anak ikut kontes menyanyi. Dalihnya, sebagai ajang untuk anak-anak mengekspresikan bakat dan keberanian di televisi. Anak-anak kecil yang berbakat diperlihatkan sangat menyukai menyanyi. Bahwa menyanyi adalah hidup mereka. Padahal, mereka belum tahu apakah memang itu yang mereka inginkan mengingat mereka belum pada fase pencarian jati diri. Maka, endingnya sama aja. Lagi-lagi, 'dukungan dan bentukan' orangtua mendominasi di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun kedoknya, tujuan acara ini sama. Yaitu, mencari keuntungan. Bicara televisi berarti bicara industri, bisnis (=untung). Semua ada harganya. Apalagi ketenaran, tentulah harganya sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tidak dipungkiri program dengan dalih SMS premium amatlah menggiurkan. Tarif satu kali SMS Rp 2 ribu. Jika selama acara terdapat 1 juta orang yang mengirimkan SMS, maka ada uang segar Rp 1.000.000.000.000 (Rp 1 miilar. Fantastis kan). Tapi, tentu saja tidak hanya satu juta orang yang mengirim. bisa diperkirakan jumlahnya lebih besar dan satu orang akan mengirim lebih dari satu SMS. Maka, bisa dibayangkan angka yang didapat dari penyelenggaraan SMS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dijual, tentu saja anak-anak yang bahkan belum berusia belasan tahun. Anak-anak yang belum melihat dunia lain, kemungkinan bakat lain. Dengan kejamnya mereka dijadikan komoditas untuk mengeruk keuntungan. Nilai anak-anak itu hanya setara dengan SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis dan mengerikan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-2761921989235816379?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/2761921989235816379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=2761921989235816379' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/2761921989235816379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/2761921989235816379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/04/jualan-anak-anak.html' title='&apos;Jualan&apos; Anak-anak'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_jBMHMGLgI/AAAAAAAAACM/rIfKj-_bx1Q/s72-c/childs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-5222700623606062568</id><published>2008-04-03T06:07:00.000-07:00</published><updated>2008-04-03T06:09:39.925-07:00</updated><title type='text'>bosen</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bosen banget.... bosen... bosen...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-5222700623606062568?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/5222700623606062568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=5222700623606062568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/5222700623606062568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/5222700623606062568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/04/bosen.html' title='bosen'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-4771284164916133433</id><published>2008-04-02T09:51:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:47.912-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lalu lintas'/><title type='text'>Macet yang Bodoh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_O6fnMGLWI/AAAAAAAAAA4/GsXY_y1PMiE/s1600-h/macet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_O6fnMGLWI/AAAAAAAAAA4/GsXY_y1PMiE/s320/macet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184692648292003170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;Tadi, di bunderan Tugu Tani, macet.. menyebalkan. Terlebih, macet ini bukan karena manajemen lalu lintas yang buruk. Melainkan, ketidakdisiplinan pengguna kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, mereka enggak sabar sama lampu yang menyala merah. Akhirnya, mereka nyerobot. Biar cepet terbebas dari lampu merah, mereka berhenti lebih ke depan dari tempat yang seharusnya. Karena sebagian jalan dipakai, kendaraan dari arah lain sulit untuk melintas. Serobot-serobotan pun terjadi. Lampu lalu lintas enggak lagi dihiraukan. 'yang penting cepat sampai'. Alhasil, macet pun terjadi di bunderan Tugu Tani, seperti lingkaran setan. Stuck, yang mau ke kiri ketahan. ke kanan juga. Ke arah Senen, susah lewat. Semrawut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parahnya, ini memicu kemcetan di jalan lain. Misalnya, di Jalan Prapatan arah Tugu Tani, kendaraan mengular hingga 500 meter. Trus, di sepanjang Jalan Medan Merdeka Timur juga sama. Kendaraan merayap. Yang paling parah, di Jalan Kebon Sirih (enggak heran juga, kendaraan dari arah Kebon Sirih juga yang bikin macet). Yang terbebas dari  kepadatan lalu lintas cuma Jalan Prapatan arah Senen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tuh kendaraan yang dari Kebon Sirih mau ke Senen begitu lepas dari Bunderan Tugu Tani langsung aja wusssssss............. melaju kencang. Sedangkan yang lain, begitu deh. Menunggu, entah sampai kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, gue capek nunggu. Akhirnya, jalan kaki. Pas banget Maghrib, gue sampai Atrium. Ah..... melelahkan.... Pukul 7 malam, sampai rumah, langsung ambruk dan ngantuk. hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengguna kendaraan pribadi dan sopir angkutan umum tuh mang enggak pada tahu diri. Udah ngeluarin polusi yang dihirup sama gue (dan berjuta orang di Jakarta yang berdosa (?)), eh.... masih juga bikin macet. Tapi, ntar busway yang disalahin. Padahal, mereka yang paling sering melanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat para pengendara sepeda motor. Udah dikasih jalan luas, masih lebih suka melintas di trotoar yang bebas macet (enggak sadar itu punya pejalan kaki). Khusus yang ini, gue jadi inget. Tadi, ada pengendara motor yang diomelin sama seorang cewe' karena melintas di trotoar dan hampir nabrak si cewe' (sukurin... You Go Girl!!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, gue setuju banget kalau kendaraan di Jakarta harus dibatasi. Biar pada enggak ngelunjak. Bikin macet, ngeluarin polusi, dan bising. SEMANGAT!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-4771284164916133433?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/4771284164916133433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=4771284164916133433' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/4771284164916133433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/4771284164916133433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/04/tadi-di-bunderan-tugu-tani-macet.html' title='Macet yang Bodoh'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_O6fnMGLWI/AAAAAAAAAA4/GsXY_y1PMiE/s72-c/macet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-6271051936296627292</id><published>2008-03-26T06:21:00.001-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:48.119-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Ayat-ayat Cinta, It's a Love  Story</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R-pSrHMGLTI/AAAAAAAAAAg/yCp7pspWQxI/s1600-h/aac.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R-pSrHMGLTI/AAAAAAAAAAg/yCp7pspWQxI/s320/aac.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182045221860814130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Cinta (AAC). Jutaan orang sudah menonton film yang diangkat dari novel karya Habibburahman El Shirazy tersebut. Termasuk, aku. Semua yang menonton bilang bagus. Tapi, buatku, entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film itu tidak sebagus itu. Terasa datar. Seperti jalan yang lurus, tanpa lobang. Tapi, juga tanpa pemandangan indah. Berjalan datar. Ketika selesai, aku hanya bilang "Oh, filmnya sudah selesai." Aku tidak akan membandingkan film ini dengan bukunya (karena jelas itu dua media yang memiliki karakter berbeda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatku, ini cuma film cinta yang mengambil Islam sebagai nuansa. Di luar itu, ini hanya film cinta. "Kamu percaya jodoh, Fahri?". Maria yang cinta dengan Fahri. Aisha jatuh cinta pada Fahri. Nurul yang jatuh cinta dengan Fahri. Noura yang juga jatuh cinta Fahri. Lalu, kepada siapa Fahri memberikan cintanya? Kepada yang memberikan usaha terbesarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurul cuma bisa diam. Begitupula dengan Maria yang hanya bisa memendam. Sementara Noura, dia hanya berkirim surat. Sementara Aisha  yang jatuh cinta pada pandangan pertama itu menanyakan pada pamannya tentang Fahri. Selanjutnya, Fahri dijodohkan dengannya. Maka, menikahlah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan itulah yang memicu konflik. Noura  yang cemburu memfitnah Fahri. Untuk menyelamatkan Fahri, Maria yang harus membantu. Tapi, dia sakit. Satu hal yang membuat dia sembuh, jika Fahri menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, tentang kerelaan istri dipoligami. Perjalanan kehidupan poligami yang tidak menyenangkan untuk para isteri meninggalkan kebimbangan pada diri suami. Akhirnya, itu terselesaikan ketika Maria tetap meninggal karena penyakitnya yang memang sudah parah. Tapi, justru itu yang menjadi kekuatan film ini. Kesedihan adalah emosi paling kuat (walaupun tidak disajikan dengan kuat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's a love story right? Bedanya, ini berbalut nuansa Islam dan berseting Mesir (walaupun aku enggak bisa ngelihat di sebelah mana Mesirnya). That's it! Bagaimanapun, aku tetap merekomendasikan film ini untuk ditonton. Setidaknya, dibandingkan film bergenre horor atau sekedar film cinta dengan ending dipaksakan harus "everybody's happy", film ini lebih layak mendapat apresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang bebas berkomentar dan bebas menjadi berbeda. Thanks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;napuspita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-6271051936296627292?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/6271051936296627292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=6271051936296627292' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6271051936296627292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6271051936296627292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/03/ayat-ayat-cinta-its-love-story.html' title='Ayat-ayat Cinta, It&apos;s a Love  Story'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R-pSrHMGLTI/AAAAAAAAAAg/yCp7pspWQxI/s72-c/aac.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-3961541250363936115</id><published>2008-03-26T06:15:00.001-07:00</published><updated>2008-03-26T06:20:52.111-07:00</updated><title type='text'>(Bukan) Sekedar Inisial</title><content type='html'>Sudah hampir seminggu salah satu pimpinan di kantor memintaku untuk membuat inisial nama. Namun, hingga kini belum juga aku putuskan inisial yang aku gunakan sebagai kode penulis di koran tempatku bekerja. Beberapa teman aku mintakan pendapat, begitupula dengan beberapa senior di kantor. Mereka menyarankan sejumlah inisial yang bisa aku gunakan. Mulai dari nap, pus, ita, rtn, hingga tna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukan mereka tentu saja aku pertimbangkan. Namun, entah kenapa aku merasa masih belum sreg dengan inisial-inisial itu. Seperti ada yang kurang pas. Padahal, ini hanya inisial. Tapi, entahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat ucapan Kang Arys Hilman, Redaktur Pelaksana di koran tempatku bekerja. "Inisial itu jangan sekedar singkatan nama. Tapi, ada maknanya," begitu ucapnya ketika menyampaikan surat pengangkatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisial ini seperti memang akan menjadi identitas penggantiku. Aku bukan lagi Ratna Puspita atau nana atau C52 (yang menandakan Carep angkatan kelima dan dua seperti nomor regostrasiku). Berbeda dengan inisial sebelumnya, inisial ini akan melekat lebih lama. Menandakan kekuasaan atas tulisan yang dimuat. Dibaca ribuan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, inisial ini harus melambangkan diriku. Inisial ini harus mencerminkan diriku. 'Punya makna', seperti yang Kang Arys bilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menuliskan inisial di belakang tulisan yang aku buat. Maka, aku akan dikenal dengan inisial itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantorku, hampir seluruh orang redaksi dikenal dengan inisialnya. Kita tidak perlu menyebut satu orang dengan nama lengkap atau nama panggilan. Cukup inisialnya saja. Misalnya, cep, dri, one, sbt, rto. Karena itu pula tidak boleh ada inisial yang sama. Meskipun orang tersebut sudah tidak bekerja di Republika. Inisialnya tetap tidak boleh digunakan. It will stuck in you forever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's seems commplicated right? memang. Rumit, seperti aku (hehehe....). Kemudian, aku memutuskan inisial yang merepresentasikan aku. Inisial itu diusulkan temanku, Arie Novarina 'antara'. Inisialnya, nap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;napuspita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-3961541250363936115?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/3961541250363936115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=3961541250363936115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/3961541250363936115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/3961541250363936115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/03/bukan-sekedar-inisial.html' title='(Bukan) Sekedar Inisial'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-8213988952427485893</id><published>2008-03-25T00:50:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:48.256-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='patah hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah cinta'/><title type='text'>Surat untuk (Mantan) Pacarku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TMlXMGLXI/AAAAAAAAABE/FVU5gyvgwgY/s1600-h/patah+hati.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TMlXMGLXI/AAAAAAAAABE/FVU5gyvgwgY/s320/patah+hati.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184994013262261618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku bahagia... atau lebih tepatnya lega.&lt;br /&gt;Lega dari ketidakjelasan yang menghantuiku selama beberapa hari terakhir.&lt;br /&gt;Akhirnya, kamu mengungkapkan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat kata-kata yang kau lontarkan ketika aku menelponmu dan mendesak agar kau menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita putus. Aku sudah enggak mau berhubungan lagi sama kamu."&lt;br /&gt;"Kamu juga pernah nyakitin aku. Kamu egois. Sering memojokan dan menyudutkan aku."&lt;br /&gt;"Seribu kali atau dua ribu kali kamu benci sama aku, aku lebih benci sama kamu. Kamu enggak tahu aku benci sama kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuma butuh kalimat penjelasan itu untuk melepaskan kamu. Sebagai tanda akhir hubungan kita. Kalimat yang selama ini tidak pernah kamu ucapkan. Pernyataan yang kamu ucapkan dengan kemarahan. Aku menunggu untuk mendengar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun aku harus melontarkan kalimat kebencian yang tidak ingin aku ucapkan (kamu memang harus didesak supaya mau mengatakan ada apa. hehehe.....). Karena itu pula, aku berhenti melontarkan semua makian yang aku punya ketika kamu sudah marah dan mengungkapkan semua yang kamu rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu berpikir itu akan menyakitiku, kamu salah. Kebenaran terkadang memang menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi didiamkan dalam ketidakjelasan. Apa yang membuat aku sakit hati adalah ketidakjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berakhirnya hubungan kita adalah karena kita. Keegoisan masing-masing memicu kesalahpahaman. Aku yang ekstrovert tak bisa menerima kamu yang introvert. Begitu pula kamu yang introvert tidak bisa menerima aku yang meledak-ledak dan moody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu membawa kita dalam kondisi yang tidak mengenakan. Aku marah dan murka setiap kali kau diam. Sebaliknya kau, hanya mendiamkan semua polahku. Menegurku sekali-kali atau justru semakin tenggelam dalam kediamanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kita akan saling menyalahkan. Saling menyakiti. Padahal, seharusnya kita bisa saling melengkapi. Kita hanya perlu bertoleransi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengurangi karakterku yang ekspresif. Lebih bisa menahan diri dan tidak cepat meledak. Kau juga begitu. Mengurangi kediamanmu. Lebih banyak cerita tentang hal yang mungkin tidak penting. 'bicara cuaca', begitu aku menyebutnya. Cerita pekerjaanmu, perasaanmu, kekesalan, ataupun kebahagiaanmu. Tidak untuk mengeluh, tapi hanya agar kita semakin dekat. Semakin mengenal satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, itu hanya pengandaian yang kosong. Hubungan kita sudah berlalu. Jadi kenangan. Kita sudah saling menyakiti sedemikian parah hingga sepertinya tidak mungkin lagi. Kita sudah kehilangan momentum (atau masih adakah?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, aku berterima kasih. Untuk kasihan, sayang, kebencian, kesabaran, dan semua yang sudah kau berikan. Semua indah tentangmu ada banyak yang tidak bisa kuungkapkan satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau, Teguh-ku, aku mencintaimu, tidak membencimu, tidak mendoakan yang terburuk. Kau, Teguh-ku, untukmu, semoga ALLAH aza wa jala memberikan seluruh rahmat, berkah, dan cinta-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret, 24/2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;napuspita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-8213988952427485893?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/8213988952427485893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=8213988952427485893' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/8213988952427485893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/8213988952427485893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/03/surat-untuk-mantan-pacarku.html' title='Surat untuk (Mantan) Pacarku'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TMlXMGLXI/AAAAAAAAABE/FVU5gyvgwgY/s72-c/patah+hati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-1541531600865677413</id><published>2008-03-25T00:47:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:48.551-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='patah hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah cinta'/><title type='text'>Cinta Berjuta Rasanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TVL3MGLeI/AAAAAAAAAB8/AAr-d3oR86Q/s1600-h/cupid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TVL3MGLeI/AAAAAAAAAB8/AAr-d3oR86Q/s320/cupid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185003470780247522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat (21/3) lalu, aku dapat instant message (im) dari seorang teman. dalam pesannya, ia bilang 'gue mau curhat'. Selanjutnya, berceritalah dia tentang kekasihnya-perempuan yang ia cintai dan bakal calon istrinya. Perempuan itu, kata temanku, selingkuh. "Aku pusing. Sakit hati. Duniaku runtuh," ujar temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpikir untuk mencari perempuan lain sebagai selingkuhannya. Dia ingin balas dendam. Aku membujuknya, agar tidak melakukannya. Semua akan sakit hati. Temanku, pacarnya, dan selingkuhannya. Tapi, dia tidak mau mendengar. Dia dikuasai emosi. Kemarahan membuatnya hilang akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersadar, apapun yang aku katakan tidak akan mengubah niatnya. Maka, aku pun mendukungnya. Aku katakan, 'selingkuhlah. kalau itu membuatmu puas. Kalau menjadikanmu bahagia. Kalau itu bisa membuatmu puas'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dia seperti tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, temanku yang lain mengirimkan SMS. Dia menyatakan, jika dia baru putus dari kekasih yang sangat ia cintai. Temanku itu menginginkan pacarnya (yang juga temanku) agar kembali. Memaafkan segala kesalahannya. "Dia sangat memessona," ucapnya dalam pesan singkat yang ia kirimkan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada nada megiba. Bahwa, betapa temanku itu sangat mencintai perempuan itu. Menyanjung dan memuja. Adalah, sebuah kesalahan jika ia kemudian menyakiti. Ia menyesal. Sayangnya, penyesalan mendalam itu sepertinya tak berbuah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si perempuan-mantan pacarnya-tak bergeming. Perempuan itu sudah lelah, katanya. Seperti, ada kecewa yang begitu mendalam. Kekecewaan yang tidak semudah itu diperbaiki dengan sekedar pernyataan maaf. Meski, aku rasa, perempuan itu masih mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta.. ia masih menjadi misteri. Cinta dengan mudah melambungkan kita, membuat kita melayang ke angkasa.. Menjumpai pemandangan indah. Tapi, dengan mudah, ia menghempaskan kita ke dasar. Sakitnya tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta. Terdengar sederhana, tapi rumit. Aku lalu ingat akan rasa sakit hatiku. Benci rasanya memberikan nasehat pada orang lain tentang persoalan cinta mereka. Meminta mereka bersabar sambil terus berjuang. Padahal, aku sendiri sudah terpuruk. Sudah berhenti berjuang dan jelas tidak sabar. Karena itu, kemudian aku mendendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benci dan cinta. Betapa tipis jaraknya. Bahkan, mungkin tanpa jarak. Di dalam cinta, ada benci. Begitupula sebaliknya. Maka, dengan mudah perasaan yang kontradiktif itu berbalik. Cinta dengan mudah berubah jadi benci. Dan, benci dengan mudah berbalik arah menjadi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cinta, tidak ada yang salah ataupun benar. Begitupula,  dengan nafsu yang melingkupinya. Semuanya sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya hubungan dengan manusia lain dan Tuhan yang membuat cinta butuh dilembagakan dalam satu ikatan suci bernama 'pernikahan'. Tapi, diluar itu, ia suci. Karena cinta adalah anugerah Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal, perempuan hanya butuh dicintai. Bukan dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret, 21/2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;napuspita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-1541531600865677413?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/1541531600865677413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=1541531600865677413' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/1541531600865677413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/1541531600865677413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/03/cinta-berjuta-rasanya.html' title='Cinta Berjuta Rasanya'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TVL3MGLeI/AAAAAAAAAB8/AAr-d3oR86Q/s72-c/cupid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-3683151559861075310</id><published>2008-03-14T02:40:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:07:48.736-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pencemaran'/><title type='text'>'Sampah' Mengalir Sampai Jauh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TQmHMGLaI/AAAAAAAAABc/_OxOidl9owc/s1600-h/sampah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TQmHMGLaI/AAAAAAAAABc/_OxOidl9owc/s320/sampah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184998424193674658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis (13/3) pagi cerah. Belum sarapan, tapi bisa kurasakan semangat. Menyebrang ke Kepulauan Seribu sebenarnya bukan kali pertama. Hanya saja, kali ini terasa berbeda. Aku selalu merasa exicted ketika pergi bersama 'teman-teman seperjuangan'. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam baru menunjukkan pukul 07.00 WIB ketika aku tiba di dermaga Marina, Ancol, Jakarta Utara. Meski masih pagi, namun kesibukan di Marina sudah terlihat. Meski mungkin tidak seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan kapal tertambat di 12 dermaga Marina, Ancol. Beberapa orang mulai terlihat sibuk di atas kapal. Di dermaga 11, terlihat sejumlah kapal milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Tampak pula, dua kapal kerapu yang sebelumnya dioperasikan untuk proyek waterway-salah satu proyek Sutiyoso yang tidak jelas-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di areal parkir, sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua terparkir dengan rapih. Sementara, beberapa orang berpakaian coklat muda dengan emblem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terlihat hilir mudik. Sementara beberapa yang lain terihat sibuk mengobrol dan bahkan makan (termasuk saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari mulai naik. Sekira pukul 07.30 WIB, mesin kapal Miss Bond mulai menyala. Derunya tidak terlalu bising. Berkapasitas tidak lebih dari 30 orang. Kapal yang membawa sejumlah wartawan dan beberapa petugas dari PLN itu mulai bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin pantai menyapu wajah kami melalui jendela kapal. Terkadang, air laut menciprat ke wajah kami-terutama mereka yang duduk di bagian pojok. Perlahan, kami mulai meninggalkan daratan Jakarta dan menuju bagian Jakarta yang lain. Bagian kepulauan, yang kerap tak tersentuh dan dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang rekan wartawan dari sebuah media online menunjuk ke ujung cakrawala. "Na, liat deh polusinya parah banget," kata temanku bernama Putri tersebut. Aku pun langsung mengarahkan pandangan ke arah yang ia tunjuk. Tampak lapisan udara yang menghitam. Dan kondisi tersebut tampak hampir di seluruh batas cakrawala Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhenyak. Seperti tersadar. Itukah udara yang kuhirup setiap hari penuh kontaminasi. Benar-benar buruk. BPLHD DKI Jakarta pernah menyatakan, terdapat lebih dari 50 hari berkualitas udara baik di Jakarta. Tapi, melihat kondisi ini. Aku sangat tidak yakin. Aku pikir, Jakarta tak punya hari dengan udara baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta telanjut terkungkung dalam lapisan polutan. Mungkin, lapisan itu tidak menebal seperti asap yang dikeluarkan dari pipa-pipa pabrik. Tapi, lapisan tersebut memenuhi udara Jakarta di ketinggian yang berkilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja disuguhi pemandangan penuh polusi, suara kapal semakin menderu bising. Tiba-tiba, nahkoda kapal menghentikan laju kapal. Spontan, penumpang kapal berdiri. Tanpa menunggu ada yang mengajukan pertanyaan, seorang staf humas Kabupaten Kepulauan Seribu langsung menjawab, jika baling-baling kapal tersangkut sampah. Ditambahkan, kondisi ini sudah sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHAT?? Mendengar penjelasannya, beberapa dari kami pun mengedarkan pandangan ke sekitar laut. Beberapa sampah rumah tangga terlihat mengapung dan mengotori laut yang menjadi tempat hidup berjuta biota laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan banyak sampah ini semakin jelas ketika kami sampai di Pulau Untung Jawa. Di bagian barat Pulau berpenduduk sekira 3.000 jiwa ini, sampah terlihat menumpuk. Sampah rumah tangga memenuhi sekitar pantai. Mulai dari bungkus mie instan hingga sandal, dan bahkan kasur terlihat di tersangkut. Airnya pun tampak keruh. Sungguh disayangkan. Padahal, pemandangan di tempat tersebut sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah-sampah itu, dikirim dari daratan. Baik itu warga Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang. Mereka yang terbiasa membuang sampah ke saluran air dan akhirnya berakhir di Teluk Jakarta. Jika ada lagu yang mendendangkan, 'air mengair sampai jauh'. Maka, kondisi ini layak disebut 'sampah mengalir sampai jauh'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi pencemaran. Masalah klasik yang disebabkan budaya. Karena ketidaktahuan atau ketidakingintahuan masyarakat. Namun, ketika dampaknya sudah terasa kita hanya bisa saling menyalahkan. Masyarakat menyalahkan pemerintah, begitupula sebaliknya. Kemudian, Pemprov menyalakan warga kota penyangga, seperti Bodor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Padahal, kita semua sama-salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kapan, kita mau duduk bersama bicara dengan hati, sebagai manusia. Manusia yang ada karena kodrat alam, yang menyadari aturan alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-3683151559861075310?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/3683151559861075310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=3683151559861075310' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/3683151559861075310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/3683151559861075310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/03/sampah-mengalir-sampai-jauh.html' title='&apos;Sampah&apos; Mengalir Sampai Jauh'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TQmHMGLaI/AAAAAAAAABc/_OxOidl9owc/s72-c/sampah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-6842270794849600301</id><published>2008-03-05T02:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T15:07:48.899-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak-anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Selamat Tinggal Dunia Sihir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R-pRVnMGLSI/AAAAAAAAAAY/KSBan4QF6Kc/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R-pRVnMGLSI/AAAAAAAAAAY/KSBan4QF6Kc/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182043752981998882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti umumnya penggemar Harry Potter, saya pun tak sabar membaca serinya yang terakhir, Harry Potter and The Deatlhy Hallow. Maka, saya pun kembali berpetualang ke negeri sihir bersama tiga sahabat yang tengah menjelang dewasa. Harry Potter-sendiri-, Hermione Granger, dan Ronald Weasley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku terkahir ini, ketiganya harus mencari lima dari tujuh horcrux (pecahan jiwa) milik Lord Voldermot. Untuk mengalahkan Pangeran Kegelapan, horcrux-horcrux tersebut harus dihancurkan. Karena jika jiwa Voldermort masih berada dan tersimpan aman di benda lain, maka selalu ada kemungkinan Voldermort akan bangkit kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua horcrux, berbentuk diary (buku harian) sudah dihancurkan (Harry Potter and Chamber of Secret). Sementara, satu lainnya berbentuk cincin yang dihancurkan oleh Albus Dumbledore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima horcrux, yaitu liontin milik Regulus Arthur Black (adik Sirius Black), tiara milik Rowena Ravenclaw, Piala Helga Huflepuff, Nagini (ular Voldermot), dan menempel dalam jiwa Harry Potter. Karena itulah, Harry Potter harus mati untuk menuntaskan misi mengalahkan keturunan Salazar Slytherin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sendiri tidak hanya berkutat seputar Harry Potter dan perjuangannya mencari Horcrux. Mengingat buku ini adalah buku terkahir penutup, maka 'misteri' terkait tokoh lain yang berada di lingkaran Harry Potter haruslah terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti, Albus Dumbledore yang selama ini selalu dianggap manusia suci. Buku terakhir ini menggoreskan cerita tentang 'cacat' pria yang selalu mengenakan kacamata bulan separo tersebut. Dalam buku ini diungkapkan masa remaja Dumbledore yang kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang mengejutkan, tentu saja penceritaan tentang karakter Guru Ramuan Sekolah Sihir Hogwarts, Severus Snape. Semua tentangnya seolah mencapai antiklimaks di buku ini. Snape yang diceritakan pada enam buku sebelumnya membenci Harry Potter, seolah terbantahkan di buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, dia membenci ayah Potter, James. Namun, menurut saya, kebenciannya adalah sebuah kewajaran. James memiliki segala. Mulai dari orangtua yang mencintainya, keluarga yag kecupukan secara ekonomi, teman-teman yang selalu mengelilingi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di atas itu semua, James mendapatkan perempuan yang paling ia cintai. Satu-satunya perempuan yang memahaminya, dan teman pertama. Sebuah kewajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku ini pula, Snape tidak lagi menjadi pecundang. Tapi, pahlawan bagi seorang Harry Potter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang 'kurang terjelaskan' dalam buku ini. Seperti, apakah Harry Potter dan Lord Voldermort masih memiliki hubungan saudara? Pasalnya, keduanya terkait dengan tiga saudara Peverell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Voldermort memiliki hubungan dengan salah satu Peverell yang memiliki cincin yang juga termasuk dalam Deathly Hallow (Relikui Kematian). Sedangkan, Harry memiliki hubungan dengan Ignatius Peverell yang mewariskan Jubah Gaib secara turun menurun. Jadi, apakah keduanya masih memiliki kekerabatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku ketujuh berarti juga saya harus mengucapkan Selamat Tinggal Dunia Sihir. Selamat Membaca!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-6842270794849600301?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/6842270794849600301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=6842270794849600301' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6842270794849600301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/6842270794849600301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/03/selamat-tinggal-dunia-sihir.html' title='Selamat Tinggal Dunia Sihir'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R-pRVnMGLSI/AAAAAAAAAAY/KSBan4QF6Kc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-536035153484104185</id><published>2008-01-14T01:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T15:07:50.452-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Arjodarmoko Mendahui Soeharto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TOQXMGLYI/AAAAAAAAABM/2FKUNw498g4/s1600-h/soeharto+sakit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TOQXMGLYI/AAAAAAAAABM/2FKUNw498g4/s320/soeharto+sakit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184995851508264322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namanya asing bagi telinga awam. Namun sebenarnya orang ini adalah cukup penting karena berada di lingkaran dekat mantan presiden Seoharto. Namun, di saat-saat kondisi kesehatan Soeharto kritis, Brigjen (Purn) KRMH Arjodarmoko (81 tahun) -- salah satu saksi kunci pengelolaan dana Yayasan Supersemar yang tengah digugat perdata oleh pemerintah -- telah lebih dulu dijemput ajal. Almarhum yang menjabat Sekretaris Yayasan Supersemar, setelah bercanda dengan keluarganya, tiba-tiba sesak napas dan meninggal dunia pada Sabtu (12/1) pukul 15.10 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah duka yang menempati dua kavling besar dan salah satunya berarsitektur modern dengan cat masih moncer di Jalan Bondowoso nomor 3-4, Menteng, Jakarta Pusat, itu kontras dengan suasana pengamanan ketat dan hilir mudik tamu penting ke rumah pribadi Soeharto di Jalan Cendana yang bertaut jarak sekitar dua kilometer. Sehari sepeninggalnya, rumah Arjodarmoko, Ahad (13/1), tampak lengang. Tak terlihat lagi orang yang melayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenda besar berwarna putih memang masih terpasang di depan rumah bercat putih tersebut. Namun, tidak tampak kursi-kursi. Jejeran kursi hanya terlihat di teras dan halaman rumah depan. Juga masih tampak beberapa karangan bunga di teras rumah. Pintu pagar rumah terlihat terkunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu pagar bagian belakang juga tertutup rapat. Hanya tampak beberapa mobil terparkir di halamannya. Untuk memberitahu pemilik rumah jika ada tamu, harus menekan bel beberapa kali dan berteriak ke arah rumah tersebut -- meskipun pintu rumah terlihat terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan yang mengaku staf Yayasan Supersemar, Wuryati (35), mengatakan, keluarga Arjodarmoko tengah beristirahat seusai pemakaman. ''Mereka kecapekan,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya itu pula Arjodarmoko menghembuskan napas terakhir. ''Ketika itu, beliau mau beristirahat,'' ungkap Wuryati. Namun, tiba-tiba saja, pria kelahiran 4 Februari 1987 tersebut mengalami sesak napas sebelum meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuryati menolak menjelaskan lebih jauh kronologis kematian pengurus Supersemar tersebut. Dengan alasan, "Saat itu, saya tidak ada di tempat kejadian. Hanya mendengar dari cerita keluarga," tuturnya. Namun ia memastikan, sebelum mengalami sesak napas, Arjodarmoko dalam kondisi sehat. ''Ia sempat bercanda dan tertawa dengan keluarganya," kata Wuryati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Arjodarmoko dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Almarhum meninggalkan satu putri, Arini Saraswati, dan tiga orang cucu, yaitu Ratish Permasari, Arseto Adiputro, dan Aisah Ade Putri. napuspita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-536035153484104185?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/536035153484104185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=536035153484104185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/536035153484104185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/536035153484104185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/01/arjodarmoko-mendahui-soeharto.html' title='Arjodarmoko Mendahui Soeharto'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TOQXMGLYI/AAAAAAAAABM/2FKUNw498g4/s72-c/soeharto+sakit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7272799512214171814.post-3245633020377362138</id><published>2008-01-14T01:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T15:07:50.808-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>'Tamu-tamu' Cendana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TVkXMGLfI/AAAAAAAAACE/BfArbiZis9o/s1600-h/harto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TVkXMGLfI/AAAAAAAAACE/BfArbiZis9o/s320/harto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185003891687042546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jalan Cendana, Kelurahan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, tampak sibuk pada Sabtu (12/1). Kerumanan orang tampak di depan rumah bercat hijau. Tak mengeherankan, rumah itu merupakan rumah mantan penguasa Orde Baru, HM Soeharto. Sejak dikabarkan memburuk, Jumat (11/1) malam, di depan rumah tersebut tidak pernah sepi pengunjung, terutama wartawan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Namun, ada yang berbeda di antara kerumunan para pencari berita tersebut. Seorang perempuan tua berbaju muslim hijau tosca dengan kerudung hitam tampak duduk di sebuah bangku. Kehadirannya yang tampak berbeda di antara para waratawan yang berusia muda pun mengundang tanda tanya sebagian rekan wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditanya, perempuan itu, Mursidah, datang untuk melayat Pak Harto. Melayat? iya, perempuan yang akrab dipanggil Ida itu mendengar Soeharto meninggal Sabtu pagi. Kondisi kritis Pak Harto malam itu, memang sempat membuat kabar simpang siur di lingkungan tempat tinggalnya. "Paginya, saya dengar Pak Harto meninggal," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ia pun bergegas meninggalkan warungnya di Kampung Jati Bunder, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Nenek berusia 70 tahun itu pun nekat melayat ke kediaman Pak Harto, di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 11.00 WIB, Nenek Ida pun beranjak dari rumahnya. Dengan menumpang Bemo, Nenek Ida menuju sebuah halte di wilayah Karet, Jakarta Pusat. Selanjutnya, dari Karet, nenek Ida melanjutkan perjalanan dengan bus PPD 213 jurusan Grogol-Kampung Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai Cendana, Ida turun di Bundaran Taman Suropati, nenek Ida turun dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Ida rela melangkahkan kaki lebih dari satu kilometer hanya untuk menunjukan simpatinya kepada mantan jendral bintang lima tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di Cendana, wajahnya menyiratkan kenyamanan. "Capek tapi nggak papa, tapi saya senang ada di sini," ujarnya. Ida mengaku sudah sering datang ke Cendana sejak 20 tahun lalu. Ia kerap datang ketika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;open house&lt;/span&gt; ketika Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kabar Pak Harto masih hidup dan kondisinya yang semakin membaik, nenek Ida pun lantas mengucap syukur. "Kalau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alloh&lt;/span&gt; memang mau ngambil nyawanya jangan terlalu lama. Kasihan! Tapi, kalau memang tetap diberi hidup, semoga cepat sembuh," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya Ida yang datang ke Cendana untuk menunjukan simpatinya. Pada sore harinya, Tarmanto (43) dan keluarganya pun datang ke Cendana. "Kami datang ke sini hanya ingin tahu saja," ujar warga RT 1 RW 8, Tanjung Duren, Jakarta Barat ini. Ia membawa serta istrinya, Siti Rohmah dan Triyana. "Sekalian malam mingguan," imbuhnya sambil tersenyum simpul. Tamasya gratis sekaligu menonton pemburu berita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nongkrongin &lt;/span&gt;rumah Soeharto, begitu pikir Tarmanto dan keluarga kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya hanya duduk di pagar rumah yang terletak tepat di depan rumah Soeharto. Sambil memandang pagar rumah Soeharto. "Kami sih berharap bisa masuk. Tapi, begini juga tidak apa-apa," ujar Tarmanto dengan diamini istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya Tarmanto, dua perempuan lain juga datang ke Cendana untuk menyampaikan simpatinya kepada penguasa tersebut. Mereka adalah Siti (47 tahun) dan Huzaimah (52). Keduanya merupakan warga Kampung Marunda Pulo Rt 2 RW 7, Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyempatkan diri ke Cendana setelah sebelumnya mengikuti pengajian di Rawasari, Jakarta Timur. "Dari sana, kami langsung ke Cendana. Ini pertama kalinya kami kesini," ujar Huzaimah. Awalnya, ia dan Siti ingin menjenguk ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) tempat dikatator Orde Baru tersebut dirawat. Namun, mereka mengurungkan niat itu. Terlalu jauh, dan hari pun sudah sore.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Menjelang malam datang tamu lain berjumlah tujuh orang. Berbekal informasi "datang ke Cendana malam ini, akan ada pembagian sumbangan untuk orang miskin!", mereka pun melangkah ke kediaman Pak Harto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi sumbangan, tiga ibu-ibu dan empat anak-anak itu berjalan kaki dari Stasiun Juanda ke Jalan Cendana. "Lumayan jauh," kata Rosita (35). Padahal perempuan ini mengaku baru melahirkan. Bahkan, jahitan karena operasi caesar di perutnya belum juga mengering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, kalau bener kan lumayan. Uangnya bisa buat beli susu," katanya dengan mengempit anaknya yang baru lahir di pangkuannya. Sesampai di Cendana, wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai joki three in one ini pun langsung duduk di depan rumah bercat hijau tersebut mengharap sumbangan dari keluarga Pak Harto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Tidak hanya itu, karena kondisi di Cendana bergantung pada perkembangan di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), tempat Soeharto dirawat. Maka, wartawan pun menghabiskan waktu dengan menunggu. Terkonsentrasinya wartawan di Cendana pun menjadi magnet bagi para padagang makanan dan minuman. Mereka yang biasanya hanya melintas dan berhenti jika dipanggil, Jalan Cendana pun menjadi tempat mangkal mereka Sabtu lalu. Alhasil, keuntungan mereka pun berlipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pedagang kopi, Nasrudin (53), mengatakan, jika keuntungannya meningkat hinga 50 persen. "Semalam paling rame," imbuhnya. Ia mengaku, dalam semalam mendapatkan omzet hingga Rp500 ribu. Padahal, biasanya dengan jam kerja pukul 06.30 WIB hingga 14.00 WIB, Nasrudin hanya mengumpulkan Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Selain itu, Nasrudin mengaku sudah menghabiskan 12 termos. Padahal pada hari biasa, hanya mampu menjual kopi dan susu, maksimal dari enam termos.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Berkumpulnya wartawan di Cendana bahkan membuat Narsudin rela ikutan bergadang. "Saya enggak tidur. Di sini saja sejak semalam. Saya pulang cuma pas ambil termos," papar pria yang juga berprofesi sebagai tukang kebun di sebuah rumah di Jalan Subang, Menteng, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya Nasrudin, pedagang makanan lain juga mendapat keuntungan. Penjaja makanan lain seperti tukang bakso, es krim keliling, es cendol, rujak, lontong sayur dan mie ayam mampir di depan rumah Pak Harto. Cendana pun berubah menjadi pasar kaget. napuspita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7272799512214171814-3245633020377362138?l=napuspita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://napuspita.blogspot.com/feeds/3245633020377362138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7272799512214171814&amp;postID=3245633020377362138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/3245633020377362138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7272799512214171814/posts/default/3245633020377362138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://napuspita.blogspot.com/2008/01/tamu-tamu-cendana.html' title='&apos;Tamu-tamu&apos; Cendana'/><author><name>napuspita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00879256905221143250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_UsayTaLK-NQ/R4s9wSoeJoI/AAAAAAAAAAM/GR9Vz-v6jLA/S220/headphone1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UsayTaLK-NQ/R_TVkXMGLfI/AAAAAAAAACE/BfArbiZis9o/s72-c/harto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
